BAMA ANDROID DAN SOFTWARE

Tak semua yang kau inginkan terkabulkan, tapi yakinlah semua yang kau butuhkan pasti Allah kabulkan

BAMA ANDROID DAN SOFTWARE

Tak semua yang kau inginkan terkabulkan, tapi yakinlah semua yang kau butuhkan pasti Allah kabulkan

BAMA ANDROID DAN SOFTWARE

Tak semua yang kau inginkan terkabulkan, tapi yakinlah semua yang kau butuhkan pasti Allah kabulkan

BAMA ANDROID DAN SOFTWARE

Tak semua yang kau inginkan terkabulkan, tapi yakinlah semua yang kau butuhkan pasti Allah kabulkan

BAMA ANDROID DAN SOFTWARE

Tak semua yang kau inginkan terkabulkan, tapi yakinlah semua yang kau butuhkan pasti Allah kabulkan

BAMA ANDROID DAN SOFTWARE

Tak semua yang kau inginkan terkabulkan, tapi yakinlah semua yang kau butuhkan pasti Allah kabulkan

Minggu, 27 Desember 2009

Ekosistem

KOMPONEN DALAM EKOSISTEM

A. PENDAHULUAN
Ekosistem merupakan satuan fungsional dasar dalam ekologi karena ekosistem mencakup organisme hidup dan lingkungan abiotik yang saling mempengaruhi, sehingga terjadi keseimbangan, keselarasan, dan keserasian alam di bumi ini.
Ekosistem merupakan tingkat organisasi yang tinggi yang merupakan kesatuan dari komunitas dengan lingkungannya dimana terjadi antar hubungan. Ekosistem tersusun atas komponen abiotik dan komponen biotik.
1. Komponen Abiotik
Komponen abiotik merupakan komponen ekosistem yang tersusun atas benda-benda mati yang terdiri atas :
a. Faktor klimatik
Meliputi cahaya matahari, temperatur udara, kelembapan udara, kandungan gas atmosfer, angin, dll.
b. Faktor edafik
Meliputi sifat fisik tanah seperti: tekstur, kematangan, porositas, kapasitas menahan air, dsb serta sifat kimia tanah seperti pH.
c. Faktor topografi
Meliputi ketinggian tempat, kemiringan lahan, arah kemiringan lahan.
d. Faktor air
Meliputi kedalaman perairan, kecerahan, pH, kandungan unsur hara.
2. Komponen Biotik
Merupakan komponen ekosistem yang tersusun atas beraneka ragam mekhluk hidup terdiri atas :
a. Produsen
Meliputi tumbuhan hijau.
b. Konsumen
Meliputi herbivora dan karnivora.
c. Dekomposer
Meliputi bakteri, aktinomisetes, fungi.
Ekosistem dapat dipahami dan dipelajari dalam berbagai ukuran, misalnya satuan kolam, danau, sawah, ataupun hutan yang luas. Selama komponen-komponen pokok ada dan berinteraksi membentuk kerjasama untuk mencapai suatu kemantapan fungsional, walaupun dalam waktu yang singkat, kesatuan tersebut dapat dianggap sebagai sebuah ekosistem.
Perbedaan antara ekosistem yang satu dengan yang lainnya ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu :
1. Jumlah jenis organisme produsen.
2. Jumlah jenis organisme konsumen.
3. Jumlah keanekaragaman mikroorganisme.
4. Jumlah dan macam komponen abiotik.
5. Kompleksitas interaksi antar komponen.
6. Berbagai proses yang berjalan dalam ekosistem.

B. TUJUAN PRAKTIKUM
1. Mengkaji komponen-komponen dalam ekosistem hutan.
2. Mengkaji komponen-komponen dalam ekosistem sungai.

C. ALAT DAN BAHAN
1. Termometer
2. Anemometer
3. Lux-meter
4. Higrometer
5. Soil-tester
6. pH meter
7. Meteran
8. Jala surber
9. Jaring plankton

D. CARA KERJA
1. Mendatangi pada sebuah ekosistem hutan.
2. Mengamati semua komponen penyusun ekosistem.
3. Mencatat setiap komponen lingkungan yang di dapat, mulai faktor klimatik, edafik, hidrologi, dan faktor biotik.
4. Mengamati hubungan timbal balik yang terjadi antar komponen dalam ekosistem tersebut.
5. Memasukkan data pengamatan ke dalam tabel.
E. TABEL HASIL PENGAMATAN
1. Tabel Pengamatan : Kondisi Lingkungan Ekosistem Perairan Sungai.
No Komponen Stasiun
I II III
1 2 3 1 2 3 1 2 3
1 Faktor Klimatik
1. Intensitas cahaya 95 94 95 94 95 95 95 95 95
2. Temperatur udara 300C 300C 300C 300C 300C 300C 300C 300C 300C
3. Kelembapan udara 69 70 69 71 70 70 69 70 70
4. Kecepatan angin - - - - - - - - -
5. Arah angin utara
selatan utara
selatan utara
selatan utara
selatan utara
selatan utara
selatan utara
selatan utara
selatan utara
selatan
6. Keberadaan awan ++ ++ ++ ++ ++ ++ ++ ++ ++
7. Debu - - - - - - - - -
8. Asap - - - - - - - - -
2 Faktor Kimia Fisik
1. Kedalaman air 13 cm 12,8 cm 12,9 cm 13,9 cm 14 cm 14 cm 14,8 cm 14,9 cm 15 cm
2. Lebar sungai 3,5 m 3,6 m 3,5 m 4 m 4,1 m 4,01 m 3,9 m 4 m 3,7 m
3. Substrat dasar Pasir Pasir Pasir Kerikil Kerikil Kerikil Koral Koral Koral
4. Kecepatan arus 12,4 m/s 12,4 m/s 12,4 m/s 11 m/s 11 m/s 11 m/s 14,2 m/s 14,2 m/s 14,2 m/s
5. Kecerahan ++ ++ ++ ++ ++ ++ ++ ++ ++
6. Temperatur air 230 230 230 230 230 230 230 230 230
7. pH air 8,5 8,4 8,3 7,9 7,9 8 8,2 8,3 8,3
8. Warna air Jernih Jernih Jernih Jernih Jernih Jernih Jernih Jernih Jernih
9. Bau - - - - - - - - -
10. Rasa Tawar Tawar Tawar Tawar Tawar Tawar Tawar Tawar Tawar
3 Faktor Biotik
Fitoplakton

Zooplankton
• Ikan kecil
• Katak
• Ular
• Ikan besar
• Serangga air
Tumbuhan hijau
• Lumut
Konsumen I
• Katak
• Ikan besar
Konsumen II
• Ular
Konsumen III


2. Tabel Pengamatan : Faktor Lingkungan Ekosistem Hutan.
No Komponen Stasiun
I II
1 2 3 1 2 3
1 Faktor Klimatik
1. Intensitas cahaya 986 989 890 264 413 358
2. Kelembapan udara 70 70 70 70 71 70
3. Kecepatan angin - - - - - -
4. Arah angin Ke selatan Ke selatan Ke selatan Ke selatan Ke selatan Ke selatan
5. Awan +++ ++ +++ + ++ +++
6. Debu - - - - - -
7. Asap - - - - - -
2 Faktor Edafik
1. Tekstur tanah Pasir Pasir Pasir Pasir Pasir Pasir
2. Warna tanah Coklat Merah Merah Coklat Coklat Coklat
3. Temperatur
4. Porositas - - - - - -
5. pH 3 3 4 6 5 5
6. Kadar air tanah Sedikit Sedikit Sedikit Sedikit Sedikit Sedikit
7. Kadar bahan organik - - - - - -
8. Keberadaan batu - + + +++ + +
3 Faktor Topografi
1. Ketinggian tempat 500 m 510 m 509 m 519 m 518 m 519 m
2. Kemiringan lahan 200 200 200 200 200 200
3. Arah kemiringan lahan - - - - - -
4. Bergelombang/rata B B B B B B
4 Faktor biotik
Tumbuhan hijau
• Rumput teki
• Rumput biasa
• Semak
• Semak berduri
• Paku-pakuan
Hewan
• Semut hitam kecil
• Semut hitam besar
• Semut merah kecil
• Semut merah besar
• Balalang
• Kumbang
• Laba-laba
• Ulat
• Jangkrik
• Cacing
Konsumen I
• Belalang
• Ulat
• Jangkrik
Konsumen II
• Laba-laba
Konsumen III
• Semut



F. PEMBAHASAN
Dari tabel pengamatan dapat di lihat bahwa dalam sebuah ekosistem tersusun atas komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen biotik terdiri atas konsumen, produsen, dan dekomposer. Sedangkan faktor abiotik terdiri atas faktor klimatik, edafik, topografi, air. Masing-masing faktor dalam ekosistem akan mempengaruhi ekosistem tersebut. Semua komponen saling melengkapi terhadap organisme yang satu dengan yang lain. Untuk dapat bertahan hidup, organisme melakukan hubungan timbal balik atau dalam ekosistem terjadi jaring-jaring makanan dan rantai makanan.
Dalam ekositem sungai, dan hutan terdapat beberapa perbedaan baik jumlah organisme atau faktor biotik maupun cara organisme itu hidup yang berbeda maupun jumlah ketersediaan makanan. Faktor lain misalkan suhu, pH tanah, pH air, temperatur dan lain-lain.

Profesi pendidikan

Makalah Profesi Kependidikan


Permasalahan Pendidikan










Disusun oleh :

1. Desti Indriyani (06320021)
2. Ety Sukma Kristanti (06320037)
3. Lia Fatmawati (06320061)
4. Nesya Dyla Febriana (06320073)
5. Nor Angga Fitria. A (06320077)





FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
IKIP PGRI SEMARANG
2007
BAB I
PENDAHULUAN


I. Latar Belakang
Pengertian masalah seringkali dikacaukan dengan istilah kesulitan, kendala atau hambatan, isu, kebutuhan dan istilah-istilah lainnya. Akibatnya, kita sering mengalami kebingungan apabila sedang menghadapi pilihan mana yang disebut dengan masalah dan mana yang bukan masalah. Menurut Barry F. Anderson (1989:1) dan Roger Kaufman (1987:11) masalah didefinisikan sebagai kesenjangan antara apa yang senyatanya terjadi dengan apa yang seharusnya terjadi. Dengan pengertian ini, maka pembahasan tentang masalah adalah sangat bergantung pada dan dalam latar (setting) apa pembicaraan itu berlangsung. Dengan kata lain, arah pembahasan itu harus bersifat spesifik dan menunjukkan objek yang dibahas secara langsung.
Masalah-masalah yang terjadi di dalam dunia pendidikan adalah sangat kompleks, rumit, bermatra ganda, dan kait-mengait antara masalah satu dengan masalah lainnya. Sebab munculnya satu masalah akan diikuti oleh munculnya masalah lainnya, dan bahkan seringkali munculnya masalah saling bersamaan. Secara makro, beberapa masalah pendidikan yang dapat diidentifikasikan yaitu mengenai pemerataan pendidikan, kualitas pendidika, efisiensi pendidikan, dan relevansi pendidikan dengan kebutuhanpembangunan (Wardiman Djojonegoro, 1993:11-13).

II. Permasalahan
a. Jenis-jenis permasalahan dalam dunia pendidikan.
b. Faktor-faktor yang mempengaruhi muncul / berkembangnya masalah pendidikan.
c. Pemecahan dalam menghadapi masalah pendidikan.

III. Tujuan
a. Untuk mengetahui jenis-jenis permasalahan dalam dunia pendidikan.
b. Untuk mengetahiu factor-faktor yang mempengaruhi muncul / berkembangnya masalah pendidikan.
c. Mengetahui cara pemecahan masalah dalam dunia pendidikan.








BAB II
ISI

Permasalahan yang dihadapi organisasi professional keguruan dewasa ini, secara umum tertera pada pernyataan Nusyirwan Hamzah (1992) bahwa sosialisasi yang dilakukan oleh ikatan profesi terhadap para anggotanya adalah obyektif dan general. Ia ditetapkan seragam pada semua anggota berdasarkan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Namun tingkat profesionalisme para professional anggota ikatan profesi tidaklah sama : ada yang profesionalismenya lebih tinggi dan ada yang lebih rendah. Munculnya variasi tingkat profesionalisme anggota profesi tergantung pada suatu kondisi, yaitu dari intensitas individu dalam menyerap nilai profesionalisme tersebut dengan demikian variabel yang bermain disini adalah tingkat keterlibatan individu dalam kegiatan ikatan profesi.
Atas dasar pengertian yang tertera dalam pernyataan tersebut, dapat diketahui bahwa secara umum permasalahan yang dihadapi organisasi professional keguruan dewasa ini adalah, bagaimana meningkatkan kadar profesionalisme yang lebih tinggi pada anggotanya, serta bagaimana peningkatan kadar keterlibatan anggotanya dalam kegiatan ikatan profesi.

 Berbagai Masalah Yang Dihadapi
Menangani masalah pendidikan diibaratkan seperti menangani masalah banjir. Semua pihak inginnya ikut terlibat. Penangan meledaknya arus murid baru misalnya, atau penurunan peserta UMPTN misalnya, semua pihak mengemukakan argumentasinya dalam masalah tersebut. Padahal sebagaimana disebutkan terdahulu, bahwa penanganan masalah pendidikan seharusnya ditangani oleh mereka yang memiliki kewenangan dan kemampuan. Meski demikian, pemerintah tidak henti-hentinya melakukan berbagai upaya peningkatan mutu pendidikan. Dalam upaya ini beberapa kendala yang dihadapi adalah :
a. Kurang maksimalnya daya dukung kalangan tenaga kependidikan itu sendiri. Ini akibat sangat beragamnya latar belakang basis pendidikan tenaga kependidikan, baik dilihat dari segi jenis maupun tingkatnya.
b. Kurangnya sarana san prasarana yang tersedia, yang dapat mengantisipasi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada umumnya sarana dan prasarana yang tersedia di lembaga-lembaga pendidikan dewasa ini adalah sarana dan prasarana yang bersifat manual dan sangat sederhana, bahkan mungkin sudah tertinggal.
c. Terbatasnya anggaran pendidikan, yang sampai dewasa ini, anggaran pendidikan secara keseluruhan hanya berkisar antara 3% - 4% dari seluruh anggaran belanja negara (APBN). Keterbatasan ini pada gilirannya akan membetasi pula perwujudan kreativitas tenaga kependidikan.
d. Masih kurangnya daya dukung masyarakat dalam ikut berpartisipasi membiayai penyelenggaraan pendidikan, meskipun secara konstitusional disebutkan bahwa tanggung jawab pendidikan berada pada orang tua, masyarakat dan negara. Tetapi dalam hal membiayai pendidikan justru tanggung jawab pertama berada pada pihak pemerintah.
e. Standarisasi mutu pendidikan yang sangat beragam, baik dilihat dari wilayah, jenis, jenjang maupun status kelembagaan. Ini berakibat tidak terstandarnya prestasi hasil belajar. Suatu sekolah swasta di daerah misalnya, prestasi belajar maupun prestasi kelembagaan akan selalu berada di bawah prestasi yang dicapai oleh sekolah-sekolah di Ibu Kota. Akibat lebih jauh, sekolah-sekolah di daerah akan selalu tertinggal dalam berpacu mengejar prestasi dan kesempatan.
Dari berbagai masalah tersebut nyatalah, bahwa sebenarnya profesi kependidikan sangat diperlukan dalam mengatasi hambatan-hambatan pelaksanaan pendidikan. Justru dengan hambatan-hambatan tersebut, semestinya mendorong kalangan profesi kependidikan untuk selalu meningkatkan keprofesionalannya dan meningkatkan kualitas unjuk kerjanya.

 Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Berkembangnya Permasalahan Pendidikan
Selain kendala-kendala di atas, ada empat factor penting yang menjadi sumber masalah pokok pendidikan. Keempat faktor itu adalah :
a. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
b. Pertumbuhan penduduk.
c. Aspirasi masyarakat akan pendidikan.
d. Keterbelakangan budaya dan sarana kehidupan.

 Permasalahan Pendidikan Aktual di Lapangan
Wardiman Djojonegoro (1993:7) menyatakan bahwa permasalahan pendidikan yang menonjol selama Pembangunan Jangka Panjang I dan yang mempunyai implikasi pada pengembangan kebijakan pendidikan dalam Pelita VI sebagai awal PJP II adalah sebagai berikut :
a. Belum semua program pendidikan berorientasi kepada kebutuhan pembangunan.
b. Keterbatasan kemampuan ekonomi orang tua siswa untuk membiayai pendidikan anaknya. Di samping itu juga terdapat perbenturan antara kepentingan belajar di sekolah dan mencari nafkah di kalangan anak-anak dari tingkat social ekonomi yang kurang mampu.
c. Keterbatasan dana untuk membiayai seluruh program pendidikan nasional.
d. Tingginya angka “drop out” pada berbagai tingkat pendidikan.
e. Keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan dan distribusinya yang belum merata antara daerah dan antar lokasi.
f. Isi kurikulum nasional dan muatan lokal umumnya masih lemah dan belum mampu secara optimal memenuhi kebutuhan peserta didik dan pembangunan, serta masih terdapat kesenjangan antara kurikulum yang tertulis dengan implementasinya di lapangan akibat berbagai kendala sumberdaya.
g. Terdapat kesenjangan dalam jumlah, kualitas, dan distribusi guru/tenaga kependidikan pada jenis, dan jenjang pendidikan.
h. Pada jenjang pendidikan tinggi, masih terdapat keragaman kualitas yang luas antara perguruan tinggi menurut lokasi geografisnya (kota besar, kota kecil, Jawa dan luar Jawa) dan status (negeri dan swasta).

Untuk memecahkan masalah-masalah tersebut, Depdikbud mengambil strategi dasar implementasi pembangunan pendidikan pada Pelita VI dengan mendasarkan diri pada pemerataan kesempatan, relevansi, kualitas, dan efisiensi sebagai berikut :
1. Pemerataan Kesempatan
a. Pelaksanaan wajib belajar 9 tahun melalui jalur sekolah dan luar sekolah.
b. Peningkatan perhatian kapada populasi khusus (anak dari daerah terpencil, kurang beruntung, cacat dan ber-kemampuan luar biasa).
c. Perluasan investasi untuk infrastruktur dan tenaga kependidikan.
d. Realokasi sumber dan keahlian pendidikan ke daerah-daerah.
e. Desentralisasi/dekonsentrasi untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya pendidikan di daerah dan mendorong kemandirian, prakarsa dan kreativitas.
2. Relevansi
a. Pemenuhan kebutuhan individu peserta didik dan tenaga kerja melalui “cooperative education/dua system”
b. Penguatan program pendidikan kejuruan menengah dan tinggi melalui magang, PPL,, praktik di dunia industri/usaha.
c. Penguatan pendidikan ketrampilan sebagai bagian integral dari kurikulum SLTP.
d. Pentingkatan program ketrmpilan di luar sekolahmelalui Kejar Paket B dan pemanfaatan BLK/KLK bekerjasama dengan Depnaker.
e. Penguatan program pendidikan professional di perguruan tinggi (Diploma dan Poltiteknik).
3. Kualitas
a. Peningkatan kualifikasi tenaga kependidikan untuk semua jenis dan jenjang pendidikan, dengan prioritas pada pendidikan dasar dan tinggi.
b. Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.
c. Standarisasi dalam penyelenggaraan pendidikan (isi, sarana, prasarana, manajemen, PBM).
d. Kendali mutu pendidikan pada tingkat makro, meso dan mikro, dengan perhatian khusus kepada evaluasi pembelajaran yang menguji kemampuan berfikir dan daya nalar.
e. Penataan system penjurusan di SMA dengan lebih menekankan kepada pilihan berdasarkan minat dan kemampuan.
f. Peningkatan pendidikan jasmani untuk meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani.
g. Meningkatkan jumlah populasi mahasiswa yang mempelajari sains dan teknologi sampai sekitar 25% dari seluruh populasi mahasiswa.
4. Efisiensi
a. Meningkatkan koordinasi, integrasi, sinkronisasi (KIS) di dalam Depdikbud dan antara Depdikbud dengan departemen lain dan para users.
b. Peningkatan profesionalisme meliputi keahlian, cost effectiveness, dan penggunaan secara efektif seluruh sumberdaya pendidikan.
c. Desentralisasi dan dekonsentrasi manajemen nasional pendidikan.
d. Meningkatkan pengawasan dan pengendalian.

































BAB III
PENUTUP


I. Kesimpulan
Faktor-faktor penting yang mempengaruhi permasalahan pendidikan :
a. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
b. Laju pertumbuhan penduduk.
c. Aspirasi masyarakat akan pendidikan.
d. Keterbelakangan budaya dan sarana kehidupan.

II. Saran
a. Sebaiknya di setiap sekolah/lembaga kependidikan memiliki sarana dan prasarana yang lengkap.
b. Keprofesionalisme guru/pendidik harus lebih ditingkatkan.
c. Pemerintah harus lebih memperhatikan dunia pendidikan yang ternyata masih banyak tertinggal dengan negara-negara lain.
d. Sebaiknya semua pihak, mulai dari orang tua, pendidik, peserta didik, Depdiknas maupun pemerintah bersama-sama membangun dunia pendidikan, agar segala masalah tersebut dapat teratasi.

tekhnik laboratorium

BAB I
PENDAHULUAN

A. Pengertian Laboratorium
Laboratorium berasal dari kata “Labora” yang berarti kerja dan “Orium” berarti tempat. Jadi laboratorium berarti suatu tempat untuk melakukan kerja, percobaan/penelitian.
Laboratorium dapat dibedakan menjadi dua :
 Laboratorium terbuka, yaitu suatu tempat terbuka yang dapat digunakan untuk malakukan percobaan/penelitian.
Contohnya: sungai, kebun, sawah, laut, dll.
 Laboratorium tertutup, yaitu suatu tempat tertutup (ruangan) yang sengaja dibuat untuk melakukan percobaan/penelitian.
Contohnya: laboratorium sekolah, rumah kaca, dll.
Laboratorium memiliki arti sempit yaitu adalah suatu tempat tertutup. Sedangkan dalam arti luas adalah suatu tempat terbuka atau tertutup yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai jenis percobaan/penelitian.

B. Peran Laboratorium dalam Pembelajaran IPA
Dalam dunia pendidikan, pengetahuan dibagi menjadi dua :
Pengetahuan tidak Ilmiah
Pengetahuan
Pengetahuan Ilmiah
Suatu pengetahuan/ilmu dapat dikatakan Ilmiah jika memenuhi 4 syarat:
1. Obyektif = Ilmu tersebut sesuai dengan obyeknya.
2. Sistematik = Antara ilmu yang satu dengan ilmu yang lain
terdapat saling keterikatan.
3. Metodik = Ilmu tersebut diperoleh melalui cara-cara teratur
atau terkontrol.
4. Universal = Ilmu tersebut berlaku umum bagi siapa saja.
IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) adalah sekumpulan pengetahuan tentang alam yang tersusun secara sistematis yang diperoleh melalui proses-proses tertentu/proses ilmiah. IPA merupakan pengetahuan Ilmiah, yang selain mempelajari melalui teori juga melalui pengamatan (menggunakan seluruh panca indra).
Produk-produk ilmiah (materi ilmiah).
IPA
Proses-proses ilmiah (metode).

Laboratorium Pendidikan IPA adalah suatu tempat/ruangan yang tertutup yang digunakan oleh guru dan siswa untuk melakukan penelitian dalam bidang IPA. Peran laboratorium dalam IPA sangatlah penting karena IPA merupaka ilmu pasti, maka siswa dituntut aktif mengatahui serta meneliti segala sesuatu yang dipelajari, oleh karena itu untuk membantu siswa dan guru dalam proses pembelajaran perlu sekali adanya laboratorium dalam suatu sekolah. Laboratorium IPA biasanya dibedakan menjadi 3 (tiga) yaitu Laboratorium Biologi, Laboratorium Kimia dan Laboratorium Fisika. Diharapkan setiap sekolah memiliki tiga laboratorium IPA tetapi apabila tidak memungkinkan dapat dirangkap menjadi satu.


BAB II
BANGUNAN & TATA RUANG LABORATORIUM

A. Bangunan Laboratorium
Bangunan Laboratorium bukan hanya meliputi papan tulis, meja dan kursi tetapi letak bangunan Laboratorium juga tidak boleh sembarangan, Syarat-syarat bangunan Laboratorium antara lain :
 Letak Laboratorium tidak terletak pada arah datangnya angina. Hal ini untuk menghindari pencemaran gas-gas/zat-zat tertentu di lingkungan.
 Mempunyai jarak yang cukup jauh dari sumber air. Untuk menghindari pencemaran air karena aktivitas laboratorium biasanya berupa limbah.
 Harus mempunyai saluran pembuangan sendiri, tidak bercampur dengan sungai saqluran pembuangan penduduk.
 Mempunyai jarak yang cukup dengan bangunan lain di sebelahnya. Untuk memberikan ventilasi dan penerangan cahaya yang cukup.

 

 Bangunan laboratorium terletak pada tempat yang mudah dikontrol. Untuk menjaga keamanan laboratorium, seperti pencurian dan kebakaran.
 Tidak boleh menggusur atau membongkar fasilitas lain yang masih berfungsi.
 Tidak boleh menempati areal yang masih akan difungsikan bagi/untuk fungsi yang lainnya.
B. Ruang/Ukuran Laboratorium
1. Ruang Praktikum/Ruang Utama
 Fungsi = Ruang untuk melakukan percobaan oleh siswa.
 Ukuran = Ukuran idealnya adalah 2,5 m2/siswa
Jika jumlah siswa 40, maka 40 x 2,5 = 100 m2

80-100 m2

100-125 m2
2. Ruang Persiapan
 Fungsi = Ruang untuk mempersiapkan alat-alat dan bahan yang
akan digunakan untuk melakukan praktikum.
 Ukuran = Tidak ada penetapan/keharusan ukuran ruang.
3. Ruang Penyimpanan/Gudang
 Fungsi = Ruang untuk menyimpan alat dan bahan yang belum
digunakan atau jarang digunakan atau digunakan
sebagai cadangan.
 Ukuran = Tidak ada penetapan/keharusan ukuran ruang.
4. Ruang Gelap
 Fungsi = Ruang untuk melakukan percobaan tertentu atau
pembuktian percobaan yang tidak memerlukan
cahaya.
 Ukuran = Tidak ada penetapan/keharusan ukuran ruang.
Dapat menggunakan ruang praktikum sementara yang
seluruh ruangannya ditutup.
5. Ruang Timbangan
 Fungsi = Ruang untuk meletakkan timbangan dan melakukan
penimbangan. Karena timbangan merupakan alat yang
valuabilitasnya mudah berubah.
C. Denah Laboratorium







Keterangan :
I = Ruang Praktikum
II = Ruang Persiapan
III = Ruang Penyimpanan/Gudang
IV = Ruang Timbangan

D. Kriteria Laboratorium yang Representatif
 Ruangan tidak gelap atau redup tetapi juga tidak terlalu terang karena bisa menyilaukan.
 Ruang tidak pengap dengan pencahayaan dan ventilasi cukup.
 Ruang mempunyai jendela kaca yang tidak terbuka.
 Ruang berpintu 2 (dua), di depan dan di belakang dengan daun pintu keluar.
 Mempunyai instalasi listrik, air bersih, alat pemadam kebakaran dan alat perabot lainnya.
 Ruang laboratorium dapat diubah menjadi ruang gelap untuk sementara waktu.
 Laboratorium harus mempunyai standar ukuran minimum untuk ruang praktikum (2,5 m2/siswa).
 Laboratorium mempunyai organisasi yang jelas dan rapi.
BAB III
PERLENGKAPAN LABORATORIUM

A. Perlengkapan – Pperlengkapan Dalam Laboratorium
1. Perabot Laboratorium
 Meja - Meja Demonstrasi = Meja untuk melakukan
praktikum yang berbahaya.
- Meja Kerja siswa
- Meja Dinding = Meja yang melekat di dinding
 Kursi = Untuk mempermudah gerak siswa dan menghemat
tempat.
 Almari - Almari Mikroskop = Almari untuk tempat
menyimpan mikroskop.
- Almari Uap = Almari yang memiliki cerobong uap
keluar, berfungsi untuk menyimpan
bahan kimia yang mudah menguap.
- Almari Biasa = Almari untuk menyimpan alat
dan bahan.
 Rak = Tempat untuk menyimpan awetan-awetan yang sering
digunakan untuk melakukan praktikum.
2. Alat –Alat Pertukangan / Perkakas
 Adalah alat –alat yang digunakan secara tidak langsung untuk membantu proses praktikum.
 Contoh: obeng, tang, gunting, pisau, gergaji, dll.
3. Alat - Alat Gelas
 Adalah alat-alat instrument yang terbuat dari gelas.
 Contoh: gelas ukur, tabung elemeyer, dll.
4. Alat – Alat Bukan Gelas
 Adalah alat-alat instrument yang tidak terbuat dari gelas.
 Contoh: kaki tiga, penjepit kayu, dll.
5. Alat – Alat Laboratorium Khusus
 Contoh: neraca, mikroskop, PH meter, termometer, dll.
6. Alat – Alat Peraga Pendidikan
 Contoh: bagan, model, film, contoh hewan & tumbuhan, dll.
7. Bahan – Bahan Laboratorium
 Camicalia Reagensia = lugol, benedic, dll.
Non Reagensia = HCl, H2SO4, dll.
 Non Camicalia = detergen, minyak, spirtus, dll.
8. Perlengkapan PPPK
9. ALat Pemadam Kebakaran
10. Alat Kebersihan













BAB IV
PENGATURAN & TATA LETAK PERABOT LABORATORIUM

A. Prinsip – Prinsip Layout (Tata Letak)
1. Prinsip Keamanan.
Penempatan perabot tidak boleh menjadi sumber kecelakaan di dalam Laboratorium.
2. Prinsip Kemudahan/Keefektifan.
Penempatan perabot harus sedemikian rupa sehingga mudah digunakan/mudah mengambil sesuatu dari dalamnya.
3. Prinsip Keleluasaan.
Penempatan perabot harus memungkinkan guru dan siswa untuk bergerak (Leluasa dalam melakukan praktikum).
4. Prinsip Keindahan.
Penempatan perabot harus memberikan kenyamanan bagi orang yang melihatnya (diatur rapi).
5. Prinsip Kefisikaan.
Penempatan perabot harus memperhitungkan meneruh cahaya, listrik, dan panas yang dapat berpengaruh terhadap alat dan bahan yang disimpan.
6. Prinsip Kekimiaan.
Penempatan perabot harus memperhitungkan pengaruh kimia terhadap alat dan bahan yang disimpan.
7. Prinsip Biologig.
Penempatan perabot harus memperhitungkan munculnya serangga dan organisme yang dapat merusak perlengkapan laboratorium lainnya.
B. 3 (tiga) Model Penempatan Meja Kerja Siswa
1. Model Pertama (1)
Meja disusun sejajar dengan meja demonstrasi, semua siswa menghadap ke depan dengan meja yang digunakan meja kecil. Ukuran meja @  70 – 220 cm.




 Kelebihan =- Semua siswa posisinya menghadap ke depan
sehingga siswa lebih berkonsentrasi.
- Guru lebih mudah mengamati semua aktifitas
siswa sehingga ketertiban lebih terjamin.
 Kelemahan=- Membutuhkan tempat lebih banyak karena meja
harus banyak.
- Ruangan menjadi sempit sehingga ruang gerak siswa
tidak leluasa.
- Proses diskusi lebih susah karena posisi duduk
tidak berhadapan.
2. Model Kedua (2)
Meja disusun sejajar dengan meja demonstrasi, siswa duduk berhadap-hadapan dengan meja yang digunakan meja besar.





 Kelebihan = - Krena meja lebih sedikit, maka ruang gerak siswa
lebih leluasa.
- Mudah melakukan diskusi karena posisi duduk
yang berhadapan.
 Kekurangan = - Sebagian siswa yang posisi duduknya
membelakangi guru kurang berkonsentrasi.
- Aktifitas siswa yang membelakangi guru kurang
terjamin.
3. Model Ketiga (3)
Meja disusun tegak lurus dengan meja demonstrasi, siswa duduk berhadap-hadapan dengan meja yang digunakan meja besar.






 Kelebihan = - Karena meja lebih sedikit maka ruang gerak
siswa lebih leluasa.
- Mudah melakukan diskusi karena posisi duduknya
berhadapan.
 Kekurangan = - Semua siswa tidak ada yang menghadap guru
sehingga siswa kurang nyaman dalam menerima
penjelasan guru.
- Sebagian siswa aktifitasnya kurang terkontrol
dan keamanan kurang terjamin.


C. Contoh Denah Laboratorium Sekolah












Keterangan :
Ruang I (Ruang Praktikum) Ruang II (Ruang Persiapan)
g = Meja demonstrasi a = Almari bisa
b = Meja dinding f = Rak
m = Wastafel
d = Meja kerja sisiwa
c = Almari biasa Ruang III (Ruang Neraca)
e = Rak Berisi meja dan neraca
h = Almari mikroskop

Ruang IV (Ruang Penyimpanan/Gudang)
i = Rak penyimpanan
j = Almari biasa
k = Almari biasa



Contoh Ruang dan Peralatan Laboratorium









BAB V
ORGANISASI LABORATORIUM

Syarat sebuah laboratorium yang representative harus memiliki organisasi laboratorium yang rapi. Contohnya dalam sebuah organisasi laboratorium IPA terdapat jabatan Kepala sekolah, Kepala laboratorium IPA, Ketua laboratorium bidang study dan Laboran (orang yang bertugas mengurusi laboratorium). Masing-masing jabatan memiliki masing-masing tugas yang berbeda.

1. Tugas Kepala Sekolah
 Sebagai penanggung jawab laboratorium.
 Memberikan tugas atau kewenangan kepada ketua laboratorium IPA untuk mengoptimalkan fungsi semua laboratorium.
 Menyediakan dana untuk operasional laboratorium.
 Memberikan bimbingan, pengarahan, monitoring dan evaluasi kepada semua yang ditugasi dalam laboratorium.
 Memberikan motivasi kepada guru-guru IPA untuk memanfaatkan laboratorium secara optimal dalam pembelajaran IPA.
2. Tugas Kepala laboratorium IPA
 Bertanggung jawab atas kelengkapan administrasi semua laboratorium IPA.
 Bertanggung jawab atas kelancaran penggunaan laboratorium.
 Mengusulkan kepada Kepala sekolah dalam pengadaan alat dan bahan laboratorium.

3. Tugas Ketua laboratorium bidang study
 Melaksanakan kelengkapan administrasi laboratorium masing-masing bidang study.
 Bertanggung jawab atas penyimpanan dan perawatan alat dan bahan laboratorium.
 Mengawasi kebersihan dan ketertiban laboratorium.
 Mengusulkan kepada Kepala laboratorium IPA dalam pengadaan alat dan bahan yang diperlukan dalam laboratorium.
4. Tugas Laboran
 Mengerjakan administrasi laboratorium.
 Mempersiapkan dan menyimpan kembali alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum.
 Bertanggung jawab atas kebersihan ruang dan alat-alat laboratorium.
 Secara periodik melaksanakan perawatan terhadap alat-alat laboratorium dan memperbaiki alat-alat yang rusak.














BAB VI
PENGELOLAAN LABORATORIUM

A. Pengadaan Alat dan Bahan
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengadaan alat dan bahan laboratorium :
1. Percobaan-percobaan/praktikum-praktikum apa saja yang akan dilakukan.
2. Alat dan bahan yang diperlukan.
3. Alat dan bahan yang akan dibeli.
4. Pengetahuan guru dalam mempergunakan alat dan bahan.
5. Ketersediaan dana.
6. Prosedur pembelian.
7. Proses pembelian.
8. Kelengkapan alat yang berupa paket (contoh : neraca).
9. Untuk alat-alat yang bersifat elektrik, perlu dilakukan pengecekan.
10. Petunjuk penggunaan alat dan bahan.
B. Administrasi Dalam Laboratorium
1. Buku Stock
Buku Stock berfungsi untuk mencatat semua barang dan alat yang ada dalam laboratorium. Contoh Buku Stock,






2. Buku Harian
Buku harian berfungsi untuk mencatat kegiatan sehari-hari dalam laboratorium.
3. Kumpulan penerimaan dan daftar pembelian alat dan bahan (Nota).
4. Buku Administrasi
Buku administrasi berfungsi untuk mencatat administrasi dalam laboratorium.
C. Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Penyimpanan Alat dan Bahan
 Alat dan bahan apa saja yang sering digunakan dikelompokkan sendiri-sendiri.
 Alat dan Bahan apa saja yang jarang digunakan disimpan di gudang.
 Alat dan Bahan apa saja yang siswa boleh mengambil sendiri, diletakkan di ruang praktikum.
 Alat dan Bahan apa saja yang siswa tidak boleh mengambil sendiri, Diletakkan di ruang persiapan atau di ruang praktikum tetapi di dalam almari yang terkunci.
D. Menyimpan Bahan Kimia
 Menyimpan sesuai dengan spesifiknya.
 Harus ada etiket (tulisan/catatan) yang jelas. Misal: Tulisan pada botol, berisi cairan beracun/korosif.
 Bahan yang bersifat asam dan basa harus terletak saling berjauhan, tidak boleh terlalu dekat.
E. Menghindari Kerusakan Alat dan Bahan
 Sifat dari alat dan bahan harus benar-benar kita pahami.
 Cara penggunaaan alat dan bahan.
 Semua alat elektrik yang menggunakan baterai harus dilakukan pengecekan secara periodik pada baterainya saat akan digunakan.
 Menghindari kemungkinan arus pendek apabila alat itu menggunakan listrik dan lihat spesifikasinya (110 V atau 120 V)
 Memahami dengan benar sifat bahan-bahan dasar.
- Bahan Kaca = Tidak mudah pecah tapi tidak tahan benturan.
- Bahan Besi/logam = ahan panas, tidak tahan api secara langsung, bersifat isolator.
- Bahan Plastik = Tidak tahan panas, tidak tahan tekanan kuat, bersifat isolator.
- Bahan Karet.
-Bahan Keramik.
 Melakukan perawatan secara periodic pada semua alat dan bahan di laboratorium.
F. Pengecekan Kebersihan
Selain perawatan secara periodic juga harus dilakukan pengecekan kebersihan yang bukan hanya dilakukan terhadap alat dan bahan dalam laboratorium tatapi juga terhadap ruang-ruang dalam laboratorium, seperti ruang penyimpanan/gudang, ruang persiapan, ruang praktikum, ruang gelap (jika ada).







BAB VII
KESELAMATAN KERJA DALAM LABORATORIUM

A Disiplin Dalam Laboratorium
Contoh Tata tertib untuk laboratorium SMP
- Tidak banyak larangan.
- Lebih tertuju pada petunjuk-petunjuk.
B Kecelakaan Kerja Dalam Laboratorium
 Luka karena benda tajam/terkena pecahan benda/kaca.
 Luka terbakar.
 Terkana larutan bahan kimia yang bersifat korosif.
 Mata kemasukan benda/zat kimia.
 Menalan benda-benda/zat kimia beracun.
 Digigit hewan percobaan.
 Pingsan karena membau gas yang bersifat memusingkan.
 Terkena arus listrik.
 Terjadi kebakaran akibat letusan hasil praktikum/yang lain.
C Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Kecelakaan Kerja
 Kurang berhati=hati dalam menggunakan alat dan bahan praktikum.
 Bocornya gas beracun.
 Kelalaian/kecerobohan siswa.
 Bergurau, kurang disiplin siswa.
 Tidak mendengarkan intruksi guru.
 Tidak memahami prosedur kerja.
 Tidak memahami sifat alat dan bahan praktikum.
 Kurangnya pengawasan guru.

D Penanggulangan Proses Kecelakaan
1. Perlengkapan PPPK
Isi Obat :
- Beetadine/obat merah.
- Antalgin (obat penghilang rasa sakit).
- Revanol/Alkohol 70 %.
- Minyak kayu putih dan balsem.
Alat dalam PPPK :
- Perban yang dari kain kasa steril.
- Gunting, pinset.
- Kapas.
2. Alat pemadam kebakaran.
E Tindakan Prefentif Jika Terjadi kecelakaan
1. Jauhkan semua bahan yang mudah terbakar dari api.
- Padat : kayu, kain, kapas, kertas.
- Cair : spirtus, benzena, eter, minyak, aseton, alkohol.
- Gas : hydrogen, oksigen, chloroform, bunsen.
2. Pemanas spirtus maupun bunsen kalau tidak digunakan harus dalam kondisi tertutup.
3. Jangan menambahkan bahan bakar saat pemanas spirtus menyala, harus dimatikan terlebih dahulu.
4. Periksa kembali Bahan-bahan yang akan dibuang, jangan sampai bahan-bahan yang dibuang masih menyala/panas.
5. Pastikan semua alat dan bahan dalam kondisi padam saat akan meninggalkan laboratorium.


F Penanggulangan Korban Kecelakaan
Contoh kecelakaan terkena arus listrik
- Tindakan Prefentif : - Mengontrol terlebih dahulu semua alat dan
bahan dalam kondisi baik.
- Cek kabel untuk menghubungkan ke arus
listrik dalam keadaan baik/tidak terbuka.
- Pengecekan voltase sumber listrik dengan
voltase alat tersebut.
- Cara menyambung kabel ke stop kontak arus
benar.
- Mematikan saklar pada arus tersebut.
- Cabut kabel dari strop kontak.
- Kabel jangan terkena benda panas/nyala api.
- Tindakan Kuratif : - Arus listrik harus diputus terlebih dahulu.
- Bawa penderita ke tempat tenang dan beri
minum air hangat.
Contoh terkena larutan bahan kimia
Sifat -> beracun, korosif (merusak jaringan tubuh), mudah terbakar, eksplosif (mudah meledak).
- Tindakan Prefentif : - Penggunaan bahan kimia sesuai sifatnya.
- Tindakan Kuratif : - Cuci tangan dengan air sebabyak-banyaknya.
- Bahan bersifat racun harus dimuntahkan oleh
korban yang menelan bahan tersebut.




Contoh Tata Tertib Laboratorium Untuk SMP
Tata Tertib Laboratorium untuk Siswa
1. Siswa menggunakan jas laboratorium apabila memasuki ruang laboratorium untuk melakukan praktikum.
2. Siswa hanya boleh melakukan praktikum apabila didampingi oleh guru pembimbing/laboran.
3. Siswa diharap memperhatikan petunjuk/instruksi dari guru pembimbing/laboran saat melakukan praktikum.
4. Siswa tidak boleh membuat gaduh saat praktikum berlangsung.
5. Siswa diharap tidak menggunakan alat dan bahan lain selain alat dan bahan yang untuk kegiatan praktikum.
6. Siswa diwajibkan melengkapi buku administrasi laboratorium setiap kali menggunakan laboratorium.
7. Siswa hanya boleh meninggalkan laboratorium setelah alat dan bahan yang selasai digunakan dikembalikan pada tempatnya.
8. Siswa dihimbau untuk tidak memasuki ruang laboratorium apabila tidak melakukan kegiatan praktikum.
9. Siswa diwajibkan mematuhi tata tertib laboratorium yang ada.
10. Siswa yang sengaja/tidak sengaja merusak/menghilangkan/menjatuhkan alat dan bahan laboratorium diwajibkan melapor kepada laboran dan mengganti.






Tata Tertib Laboratorium untuk Guru
1. Guru menggunakan jas laboratorium apabila memasuki ruang laboratorium untuk melakukan praktikum.
2. Guru diharapkan memberi bimbingan kepada siswa sebelum memulai melakukan praktikum.
3. Guru sebaiknya memberikan peringatan-peringatan dini kepada siswa sebelum melakukan praktikum agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
4. Guru pembimbing diwajibkan mengisi buku administrasi laboratorium apabila menggunakan kaboratorium.
5. Seluruh kegiatan dalam laboratorium saat kegiatan praktikum berlangsung menjadi tanggung jawab guru pembimbing yang bersangkutan.
6. Guru tidak boleh meninggalkan siswa saat kegiatan melakukan praktikum berlangsung.
7. Guru diwajibkan memberi peringatan kepada siswa yang melalaikan tugas/membuat gaduh saat kegiatan praktikum.
8. Guru berhak memberi sanksi/poin kepada siswa yang tidak mematuhi tata tertib laboratorium.
9. Guru sebaiknya tidak menggunakan ruang laboratorium apabila tidak untuk kegiatan praktikum.
10. Semua guru pembimbing/laboran diwajibkan mematuhi tata tertib laboratorium yang ada.

Evolusi

Evolusi


Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Langsung ke: navigasi, cari

Evolusi pada dasarnya berarti proses perubahan dalam jangka waktu
tertentu. Dalam konteks biologi modern, evolusi berarti perubahan
frekuensi gen dalam suatu populasi. Akumulasi perubahan gen ini
menyebabkan terjadinya perubahan pada makhluk hidup. Meskipun teori
evolusi selalu diasosiasikan dengan Charles Darwin, namun sebenarnya
ide tentang teori evolusi telah berakar sejak jaman Aristoteles. Namun
demikian, Darwin adalah ilmuwan pertama yang mencetuskan teori evolusi
yang telah banyak terbukti mapan manghadapi test-test ilmiah
("scientific testing"). Sampai saat ini, Darwin teori tentang evolusi
yang terjadi karena seleksi alam, adalah teori yang terbaik dan
kemungkinan besar akan tetap begitu di masa depan[1]
Daftar isi
[sembunyikan]

* 1 Tokoh Evolusi
* 2 Garis Besar
* 3 Beberapa Salah Paham tentang Evolusi
* 4 Sosial Kontroversi Evolusi
* 5 Pranala Luar
* 6 Catatan Kaki

[sunting] Tokoh Evolusi
The Darwin-Wallace medali diterbitkan oleh Linnean society dalam
perayaan 50 tahun penerbitan Darwin and Wallace teori tentang seleksi alam
The Darwin-Wallace medali diterbitkan oleh Linnean society dalam
perayaan 50 tahun penerbitan Darwin and Wallace teori tentang seleksi alam

Carolus Linnaeus, penggagas sistem klasifikasi biologi modern,
menunjukkan bahwa seluruh dunia kehidupan dapat diatur dalam hierarki
yang, apabila digambarkan dalam bentuk diagram, menyerupai silsilah.
Setelah Linnaeus, para naturalis sering menanggap bahwa makhluk hidup
saling 'berkerabat' namun mereka belum tahu apa penyebabnya.

Jean Baptiste de Lamarck, seorang naturalis dari Perancis, adalah
ilmuwan pertama yang mengajukan ide terjadinya perubahan terhadap
makhluk hidup seiring dengan waktu sebagai akibat dari pengaruh
lingkungan.

Gregor Mendel adalah seorang pendeta dan ilmuwan dari ceko, yang
mempelajari ilmu keturunan. Dengan mengobservasi kacang pulung selama
bertahun-tahun, Mendel mengambil kesimpulan bahwa ada suatu patron
dalam keturunan. Hasil penyelidikan Mendel menjadi dasar ilmu genetika.

Charles Darwin adalah seorang naturalis Inggris yang mengikuti
ekplorasi kapal HMS Beagle untuk membuat peta pelabuhan dunia pada
tahun 1831. Di sepanjang perjalanan inilah Darwin meneliti berbagai
hewan dan tumbuhan yang dijumpainya. Darwin berada di Kepulauan
Galapagos selama kurang lebih 2 bulan dan melakukan berbagai
pengamatan terhadap bermacam hewan yang ada di kepulauan terpencil
itu. Melalui pengamatan ini, dan juga berbagai pengamatan lanjutan
yang dilakukannya selama puluhan tahun atas koleksi hewan dan tumbuhan
yang diperolehnya-lah Darwin membentuk embrio teori evolusi. Pada
1859, Darwin menerbitkan "On the Origin of Species by means of Natural
Selection", yang menyajikan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa
kehidupan telah ber-evolusi sepanjang sejarahnya dan bahwa mekanisme
yang menyebabkan terjadinya evolusi adalah seleksi alam.

Alfred Russel Wallace adalah seoring naturalis Ingris yang hidup
semasa dengan Darwin. Wallace secara terpisah juga memikirkan teori
evolusi identik dengan Darwin. Darwin dan Wallace cukup lama
berkorespondensi secara ilmiah. Wallace malah banyak mengirim
spesies-spesie penemuan baru dari Asia ke Darwin untuk diteliti.
Wallace teori tentang evolusi, menurut dia sendiri, adalah hasil
pemikiran yang datang secara spontan. Di lain pihak, teori evolusi
Darwin adalah hasil pemikiran secara metodis selama bertahun-tahun.
Ironisnya, Darwin menjadi sangat jauh terkenal daripada Wallace
sendiri. Namun demikian, Wallace adalah salah satu pembela Darwin dan
teorinya dimasa kontroversial setelah buku "The Origin of Species"
diterbitkan.

Walaupun ide evolusi (bahwa makhlup hidup secara berangsur-angsur
berubah)telah didiskusikan jauh sebelum abad ke-19, Darwin dan Wallace
adalah yang pertama mencetuskan bagaimana proses evolusi itu berlangsung.

Menurut Ernst Mayr (2001), Darwin mengajukan lima teori perihal evolusi:

1. Bahwa kehidupan tidak tetap sama sejak awal keberadaannya
2. Kesamaan leluhur bagi semua makhluk hidup
3. Evolusi bersifat gradual (berangsur-angsur)
4. Terjadi pertambahan jumlah spesies dan percabangan garis keturunan
5. Seleksi alam merupakan mekanisme evolusi

[sunting] Garis Besar
Darwin Finches
Darwin Finches

Evolusi menjelaskan sejarah makhluk hidup, hewan, tumbuhan, fungi,
mikroba. Bukti pendukungnya amat banyak dan berasal dari berbagai
cabang biologi: hierarki taksonomi sebagaimana ditemukan Linnaeus dan
para penerusnya, fosil-fosil yang menunjukkan bahwa kehidupan di masa
lalu berbeda bentuknya dengan kehidupan masa sekarang, hingga bukti
genetika yang menunjukkan kesamaan antara berbagai makhluk hidup. Kini
evolusi bisa dikatakan telah menjadi teori sentral dalam biologi
modern -- tak salah bila ahli genetika Theodosius Dobzhansky berkata,
"Nothing in biology makes sense except in the light of evolution".

Paruh burung finch (sejenis burung manyar) menjadi topik pemikiran
Darwin yang mendasari evolusi teorinya (lihat gambar)[2]. Ketika
berada di kepulauan Galapagos, bagin dari ekspedisi HMS Beagle, Darwin
melihat bahwa paruh burung finch berbeda-beda, tergantung dari pulau
mana asalnya. Ini adalah salah satu contoh bagaimana burung finch
menyesuaikan diri dengan kondisi pulau yang berbeda-beda. Contohnya,
di pulau yang satu, paruh burung finch kuat dan pendek dan cocok untuk
memecahkan kulit kacang yang keras. Di pulau lainnya, paruh burung
finch sedikit lebih panjang dan lebih tipis, cocok untuk mengisap
jenis makanan yang berada di pulau itu. Hal ini membuat Darwin
berpikir akan suatu kemungkinan bahwa burung finch tidak diciptakan
begitu saja, melainkan melalui proses adaptasi.

Waktu adalah faktor penting dalam evolusi. Proses evolusi memerlukan
waktu yang sangat lama. Menurut Darwin, ada dua mekanisme yang
mendasari evolusi. Pertama, proses evolusi membawa spesies yang ada
untuk berinteraksi dengan kondisi ekologinya. Contohnya, karena hasi
evolusi, beberapa burung mempunyai paruh yang hanya bisa dipakai untuk
menghispap madu bunga. Selama bunga itu masih tersedia, burung ini
akan hidup. Tetapi, bila bunga ini, karena sesuatu hal, punah, maka
burung itu kemungkinan besar akan punah juga. Mekanisme yang kedua
adalah kelahiran spesies baru dari hasil variasi di spesies yang ada.
Ini terjadi bila suatu group mahluk hidup menjadi terpisah dan pada
akhirnya mempunyai gaya hidup yang sangat berbeda. Contoh klasik
adalah burung finch di atas. Asal mulanya, nenek moyang burung dari
bermacam pulau di Galapagos adalah berasal dari daratan Amerika
Selatan. Karena bertebaran di bermacam pulau, burung ini akhirnya
mengembangkan gaya hidup yang berbeda-beda. Waktu (melalui banyak
generasi burung) dan perjuangan untuk hidup (survival) adalah dua hal
yang dibutuhkan untuk melahirkan generasi baru burung finch. Waktu
yang lebih panjang lagi dan melalui proses yang sama, menurut Darwin
akan dapat menjelaskan evolusi dari semua mahluk hidup di muka bumi
yang berasal dari satu "common ancestor".

[sunting] Beberapa Salah Paham tentang Evolusi
Famili Hominidae yang berasal dari nenek moyang yang sama
Famili Hominidae yang berasal dari nenek moyang yang sama

* Evolusi tidaklah, sebagaimana yang disangka banyak orang,
menyatakan bahwa 'manusia berevolusi dari kera'. Tetapi, manusia dan
kera yang ada sekarang mempunyai "moyang yang sama". Pengertian
"moyang" ini harus dipahami sebagai moyang secara fisik, bukan
spiritual, paling tidak hingga saat ini.
* Evolusi tidak berarti membuat makhluk hidup tambah bagus atau
tambah intelek. Contohnya, ular adalah hasil evolusi proses dari
semacam kadal yang tidak lagi memerlukan 'tangan' dan 'kaki'.
* Evolusi tidak mempunyai tujuan tertentu. Organisme adalah hasil
dari mutasi yang sukses, maupun gagal, tergantung dari kondisi
lingkungan pada saat itu.
* Manusia tidak mempunyai tempat yang khusus di dalam "pohon
evolusi". Kita hanyalah salah satu cabang dari pohon itu.
* Evolusi tidak berhenti. Evolusi adalah proses basis dari bilogi
dan terus berlangsung.
* Banyak yang bilang bahwa tidak ada bukti-bukti evolusi. Evolusi
sudah banyak diobservasi di laboratorium maupun dari bukti-bukti fosil.

[sunting] Sosial Kontroversi Evolusi

Sejak dari publikasi buku Darwin "The Origin of Species, evolusi
mendapat banyak kritik dan menjadi tema yang kontroversial. Namun
demikian, kontroversi ini pada umumnya berkisar dalam implikasi dari
teori evolusi di bidang filsafat, sosial, dan agama. Di dalam
komunitas ilmuwan, teori evolusi telah diterima secara luas dan tidak
mendapat tantangan. Seperti yang sudah diprediksi oleh Darwin,
implikasi yang paling controversial adalah evolusi manusia. Khususnya,
banyak yang tidak menerima bahwa segala jensi makhluk hidup, termasuk
manusia, berasal dari proses alam yang tidak memerlukan campur tangan
dewa-dewa, termasuk Tuhan. Aliran yang sering dianggap berlawanan
dengan teori evolusi adalah penciptaan (ciptaanisme atau creationism
dalam bahasa Inggris) yang mempercayai bahwa makhluk hidup dan segala
jenisnya diciptakan oleh Tuhan, secara terpisah (tidak ada kesamaan
leluhur, atau bahwa satu jenis makhluk hidup tidak diturunkan dari
jenis makhluk hidup lain). Ciptaanisme pertama kali timbul di kalangan
Kristen literalis yang tidak dapat menerima evolusi karena dianggap
bertentangan dengan narasi kisah penciptaan tujuh hari pada Kitab
Kejadian dalam Perjanjian Lama, namun belakangan muncul juga di
kalangan Islam (walau sebenarnya di dalam al-Qur'an tidak ada narasi
penciptaan spesifik seperti dalam Kejadian). Penyebab penolakan
sebagian kalangan beragama tesebut mungkin disebabkan anggapan bahwa
evolusi menghilangkan 'peran Tuhan' dalam penciptaan, atau bahkan
bahwa evolusi menyokong ateisme, kendati evolusi sebagai sains tidak
bisa ikut campur persoalan tindakan ilahi, yang berada dalam ranah
keimanan, artinya berada di luar sains.

http://id.wikipedia.org/wiki/Evolusi

pangan dan kesehatan masalah kelaparan

BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Kelaparan yang mengakibatkan gizi buruk dan kurang gizi seperti yang diderita anak-anak diberbagai wilayah Indonesia bukanlah kejadian yang tiba-tiba muncul di Indonesia. Berbagai survei, penelitian dan berita media massa selalu mengulang laporan yang mengungkap kondisi bayi dan anak balita yang menderita kelaparan di berbagai wilayah Indonesia. Penghapusan kemiskinan merupakan tantangan global yang terbesar didunia ini, dan ini merupakan syarat mutlak bagi pembangunan yang berkelanjutan. Maka itu pemimpin Negara sedunia pada konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Milineum di perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2000 menetapkan upaya mengurangi separuh dari kemiskinan didunia sebagai Tujuan Pembangunan Milineum (Milineum Development Goals) Indonesia juga telah membuat komitmen nasional untuk memberantas kemiskinan dalam rangka pembangunan berkelanjutan, dimana pemerintah dan semua perangkat Negara bersama dengan berbagai unsure masyarakat memikul tangguang jawab utama untuk pembangunan berkelanjutan dan sekaligus pengentasan kemiskinan .
RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana terjadinya kelaparan dan kamiskinan di Jawa Barat?
2. Bagaimana cara atau solusi untuk dapat mengentaskan masyarakat dalam terjadinya kelaparan dan kemiskinan
TUJUAN
1. Untuk mengetahui bagaimana terjadinya kelaparan di Jawa Barat.
2. Untuk mengetahui cara atau solusi untuk mengatasi kelaparan dan kemiskinan yang terjadi di Jawa Barat
.

BAB II
PEMBAHASAN

KEMISKINAN DAN KELAPARAN DI JAWA BARAT
Paling sedikit 23,63 juta penduduk Indonesia terancam kelaparan saat ini, di antaranya 4,35 juta tinggal di Jawa Barat. Ancaman kelaparan ini akan semakin berat, dan jumlahnya akan bertambah banyak, seiring dengan Mereka yang terancam kelaparan adalah penduduk yang pengeluaran per kapita sebulannya di bawah Rp 30.000,00. Di antara orang-orang yang terancam kelaparan, sebanyak 272.198 penduduk Indonesia, berada dalam keadaan paling mengkhawatirkan. Dari jumlah itu, sebanyak 50.333 berasal dari Jawa Barat, di antaranya 10.430 orang tinggal di Kabupaten Bandung dan 15.334 orang tinggal di Kabupaten Garut. Mereka yang digolongkan terancam kelaparan dengan keadaan paling mengkhawatirkan adalah penduduk yang pengeluaran per kapitanya di bawah Rp 15.000,00 sebulan.
Angka Kemiskinan di Indonesia
Sebelum Indonesia terperosok ke dalam krisis ekonomi, jumlah penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan “hanya” 22,5 juta. Oleh karena pemerintahan Orde Baru gagal menanggulangi krisis ekonomi, maka jumlah orang miskin membengkak menjadi 78,9 juta. Bila berpatokan pada angka kemiskinan BPS, maka jumlah orang miskin di Jawa Barat sekitar 14,85 juta, yang di antaranya 1,19 juta tinggal di Kabupaten Bandung, dan 284.000 orang tinggal di Kotamadya Bandung. Ada kemungkinan angka kemiskinan versi BPS terlalu kecil, apalagi bila pengukuran kemiskinan itu menggunakan patokan pengeluaran rumah tangga “ekuivalen nilai tukar beras” (dalam kg/orang/bulan). Bila mengacu pada tulisan Prof. Dr. Sajogyo, “Garis Kemiskinan dan Kebutuhan Minimum Pangan” (Yogyakarta, Aditya Media, 1996), maka yang digolongkan miskin adalah orang yang pengeluaran rumah tangganya sama dengan, atau di bawah 320 kg/orang/tahun untuk perdesaan, dan 480 kg/orang/tahun untuk perkotaan. (Sebagai perbandingan, dalam “Statistik Indonesia 1996″ yang diterbitkan BPS Pusat, garis kemiskinan di daerah perkotaan Rp 38.246,00 dan di daerah pedesaan Rp 27.413,00 per bulan per kapita). Jika patokan “ekuivalen nilai tukar beras” ini dipakai untuk menentukan garis kemiskinan, maka jumlah orang miskin di Indonesia mencapai 116,2 juta, sebanyak 37,6 juta tinggal di kota dan 78,6 juta tinggal di desa. Sedangkan orang yang terancam kelaparan di Indonesia menjadi 33,57 juta. Dalam keadaan krisis seperti ini, kita tak perlu berdebat mengenai angka kemiskinan mana yang lebih benar. Angka yang dikeluarkan BPS saja sudah mengerikan, apalagi bila kita menggunakan ukuran-ukuran yang lain.
PENYEBAB DAN YANG SOLUSI AGAR TIDAK ADA LAGI KELAPARAN DAN KEMISKINAN.
• Pertama kemiskinan di Indonesia umumnya adalah kemiskinan struktural yang terjadi karena kebijakan pemerintah yang keliru seperti kurangnya pemerintah dalam mengontrol harga kebutuhan pokok rakyat seperti pangan sehingga harga meroket dan tidak terbeli lagi oleh rakyat serta berbagai penggusuran terhadap pedagang pasar/kaki lima yang kerap diikuti dengan kebakaran yang menghanguskan modal dagangan mereka.
• Sikap sebagian elit pemerintah/politikus yang menutup mata seperti menyatakan bahwa Indonesia sudah tidak masuk negara miskin lagi karena pendapatan per kapita sebesar US$ 2.000/tahun sangat menyesatkan. Tapi yang miskin penghasilannya bisa hanya Rp 5.000-10.000 per hari seperti keluarga yang mati kelaparan. Jika dihitung pendapatan per kapita, maka keluarga dengan 2 anak tersebut pendapatannya hanya kurang dari US$ 73 per tahun per orang (1 US$=9.400 dan pendapatan keluarga Rp 7.500/hari). Sehari pendapatan per orang keluarga tersebut hanya US$ 0,2 per hari atau hanya Rp 1.875.
USAHA YANG DILAKUKAN AGAR KEMISKINAN DAN KELAPARAN BERKURANG
Untuk mengatasi kemiskinan, sikap tidak peduli macam di atas harus dibuang dulu, baru kita bisa maju. Pemerintah juga harus meralat standar angka kemiskinan 166.697 per bulan atau Rp 5.500 per hari juga sangat minim. Sebagai contoh, untuk sekali makan saja minimal perlu Rp 3.000. Jadi kalau 3 x makan, berarti butuh Rp 9.000. Ditambah minuman yang sehat (air masak) paling tidak Rp 500. Jadi hanya untuk makan minum perlu Rp 9.500 atau sekitar 1 dollar per hari. Itu baru untuk makan-minum. Belum untuk rumah, listrik, transport, pendidikan, sabun, dan sebagainya. Dengan menyadari jumlah rakyat miskin yang benar, kita baru bisa membantu orang miskin. Dana APBN sebesar Rp 800 trilyun harusnya separuhnya digunakan untuk mensejahterakan rakyat. Bukan untuk memperbesar gaji para pejabat, renovasi rumah anggota DPR, apalagi sekedar studi banding dari Mall ke Mall di luar negeri. Utamakan separuh dana APBN untuk rakyat.
Busung lapar/kemiskinan bertambah banyak karena harga barang meroket jauh melebihi pertambahan penghasilan. Taruhlah dulu separuh penduduk Indonesia hidup cukup. Penghasilan mereka sebulan Rp 500 ribu dan kebutuhan hidup Rp 500 ribu. Ini bisa bertahan. Tapi begitu harga pangan seperti beras, kedelai, minyak goreng meroket hingga 2 kali lipat lebih sehingga kebutuhan hidup jadi Rp 1 juta per bulan, maka
rakyat Indonesia jadi kekurangan. Agar harga pangan tetap terjangkau oleh rakyat Indonesia yang sebagian besar miskin, pemerintah perlu menerapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk produk pangan yang sangat diperlukan seperti beras, kedelai, minyak goreng, dan minyak tanah. Minimal untuk produk kelas 3 yang tidak akan dikonsumsi oleh orang kaya. Untuk menjaga agar harga stabil, pemerintah bisa mengenakan Pajak Ekspor (PE) yang besarnya 4 kali lipat dari PPN dalam negeri. Misalnya jika harga minyak goreng menembus lebih dari Rp 8.000/liter, pemerintah bisa mengenakan PE sampai 40% sehingga penerimaan pajak pemerintah juga bertambah. Dengan PE minyak goreng 40% misalnya, pemerintah bisa dapat pajak sampai Rp 20 trilyun sementara eksportir minyak goreng tetap untung meski keuntungannya tidak besar. Agar pemerintah bisa menstabilkan harga dan tidak berulangkali dipermainkan oleh para pengusaha seperti pengusaha minyak goreng yang berulangkali menaikan harga, maka pemerintah harus menguasai 51% produk kebutuhan rakyat. Jika tidak, maka begitu pemerintah dan rakyat lengah, harga minyak goreng membubung lagi.
Tak ada salahnya pemerintah menganggarkan Rp 10 trilyun untuk mentransmigrasikan 100 ribu KK (400.000 jiwa) ke Sumatera dan kalimantan di mana tiap KK mendapat tanah 2 hektar. Pemerintah harus menyediakan lahan seluas 200 ribu hektar (2.000 km2). Harusnya tidak sulit mengingat luasnya pulau Sumatera dan kalimantan dan pemerintah telah memberikan jutaan hektar tanah kepada para konglomerat dan pengusaha asing. Minimal 1 dari 5 transmigran adalah petani sehingga mereka punya pengalaman untuk dibagikan ke transmigran lain. Sisanya adalah dari keluarga miskin yang rawan kena busung lapar. Dengan cara itu, keluarga miskin bisa lebih sejahtera karena bisa bertani, Indonesia bisa hemat devisa karena tidak perlu impor pangan dari luar, dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan baik sebagai buruh tani atau pun buruh pabrik pupuk karena produksi mereka bertambah. Dari 200 ribu hektar paling tidak bisa didapat panen
sekitar 2 juta ton makanan setiap tahun. Sebagian lahan bisa untuk tanaman padi, sebagian lain untuk kedelai dan juga pangan lain (selama tanahnya cocok) yang Indonesia masih kekurangan. Minimal itulah yang bisa dilakukan oleh pemerintah. Kasus meroketnya kenaikan harga minyak goreng misalnya, itu kan terjadi dari Mei 2007. Untuk itu diperlukan kebijakan pembangunan di bidang ekonomi, pangan, kesehatan dan pendidikan, serta keluarga berencana yang saling terkait dan mendukung, yang secara terintegrasi ditujukan untuk mengatasi masalah gizi (kurang dan lebih) dengan meningkatkan status gizi masyarakat (World Bank, 2006).
Biotehknologi adalah merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi kelaparan dan kemiskinan, karena penelitian biotekhnologi di dunia ini juga untuk mengatasi berbagai masalah, dari pangan hingga kesehatan. Apalagi sejak dikembangkannya teknologi rekombinan DNA (deoxyribose nucleid acid) yang memungkinkan manusia mampu menghasil¬kan sesuatu produk yang sebelumnya sulit dapat dibayangkan.
Masalah pangan dapat ditangani juga dengan kebijakan yang mendorong penyediaan pelayanan meliputi lima hal.
1. Pertama, pelayanan gizi dan kesehatan yang berbasis masyarakat seperti Upaya Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK) yang dilaksanakan tahun 1970-1990an, penimbangan balita di Posyandu dengan KMS.
2. Kedua, pemberian suplemen zat gizi mikro seperti pil besi kepada ibu hamil, kapsul vitamin A kepada balita dab ibu nifas.
3. Ketiga, bantuan pangan kepada anak gizi kurang dari keluarga miskin.
4. Keempat, fortifikasi bahan pangan seperti fortifikasi garam dengan yodium, fortifikasi terigu dengan zat besi, seng, asam folat, vitamin B1 dan B2.
5. Kelima, biofortifikasi, suatu teknologi budi daya tanaman pangan yang dapat menemukan varietas padi yang mengandung kadar zat besi tinggi dengan nilai biologi tinggi.

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
• Kemiskinan dan kelaparan di Indonesia umumnya adalah kemiskinan struktural yang terjadi karena kebijakan pemerintah yang keliru seperti kurangnya pemerintah dalam mengontrol harga kebutuhan pokok rakyat seperti pangan sehingga harga meroket dan tidak terbeli lagi oleh rakyat serta berbagai penggusuran terhadap pedagang pasar/kaki lima yang kerap diikuti dengan kebakaran yang menghanguskan modal dagangan mereka.
• Kemiskinan dan kelaparan adalah salah satu tantangan global yang terbesar didunia ini, dan ini merupakan syarat mutlak bagi pembangunan yang berkelanjutan.

SARAN
• Dalam menangani masalah kelaparan dan kemiskinan pemerintah harus ikut andil dalam hal ini karena bila kebijakan-kebijakan yang dieluarkan pemerintah tidak dapat menekan harga-haga pangan maka kelaparan dan kemiskinan akan selalu bertambah setiap tahunnya
• Kelaparan dan kemiskinan juga merupakan tanggung jawab diri kita sendiri jadi kita harus selalu memperhitungkan pengeluaran yang akan kita keluarkan sama atau lebih dari pemasukan yang kita peroleh sehari-hari



DAFTAR PUSTAKA

Sumber: http://www.geocities.com/RainForest/Canopy/8087/miskin.htm
http://www.poskota.co.id/news_baca.asp?id=35008&ik=4
http://fprsatumei.wordpress.com/pengentasan_kemiskinan


















MASALAH KELAPARAN DAN KEMISKINAN DI JAWA BARAT
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pangan dan Kesehatan

Disusun Oleh :
Bambang Utomo (06320017)
Eka Yuniarsih (06320033)
Rustamaji (06320189)
Sri Mualimah (06320 )
Via Desy Virdiyanti (06320 )
Tasilah (06320 )
M. Hidayatur R (07320238)
Rosita Puspitasari (07320248)
V. Novita Triyulianti (07320259)

JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
IKIP PGRI SEMARANG
2009

seminar biologi

A. LATAR BELAKANG

Sistem pencernaan terdiri dari saluran pencernaan (alimentar), yaitu tuba maskular panjang yang merentang dari mulut sampai anus, dan organ organ aksesoris, seperti gigi, lidah kelenjar saliva, hati, kandung empedu, dan pancreas. Saluran pencernaan yang terletak dibawah area diafragma disebut saluran gastrointestinal. Fungsi system pencernaan. Sistem pencernaan atau sistem gastroinstestin, juga memiliki pengertian sistem organ dalam hewan multisel yang menerima makanan, mencernanya menjadi energi dan nutrien, serta mengeluarkan sisa proses tersebut. Sistem pencernaan antara satu hewan dengan yang lainnya bisa sangat jauh berbeda. Pada dasarnya sistem pencernaan makanan dalam tubuh manusia dibagi menjadi 3 bagian, yaitu proses penghancuran makanan yang terjadi dalam mulut hingga lambung.Selanjutnya adalah proses penyerapan sari - sari makanan yang terjadi di dalam usus. Kemudian proses pengeluaran sisa - sisa makanan melalui anus.
Sistem pencernaan terdiri atas :
• Saluran pencernaan.
• Kelenjar-kelenjar yang berhubungan dengan sistem pencernaan
Fungsi :
a. ingesti dan digesti makanan
b. absorbsi sari makanan
c. eliminasi sisa makanan
A. RUMUSAN MASALAH

• Bagaimana pengabsorbsian yang terjadi didalam usus manusia?


B. TUJUAN

• Menjelaskan pengabsorbsian yang terjadi didalam usus.

PEMBAHASAN

Pengabsorbsian Dalam Usus
1. Digesti oleh enzim usus, enzim-enzim usus melengkapi proses pencernaan kimus sehingga produk tersebut dapat langsung dan dengan mudah terserap. Enzim-enzim ususb dan cara kerjanya antara lain adalah :
a. Enterokinase mengaktifkan tripsinogen pancreas menjadi tripsin, yang kemudian mengurai protein dan peptide menjadi peptide yang lebih kecil.
b. Aminopeptidase, tetrapeptidase, tripeptidase dan dipeptidase mengurai peptide menjadi asam aminobebas.
c. Amilase usus menghidrolisis zat tepung memiliki disakarida (maltose, sukrosa, dan laktosa)
d. Maltase, isomaltase, lactase, dan sukrase memecah disakarida maltose, laktosa dan sukrosa, menjadi monosakarida (gula sederhana)
e. Lipase usus memecah monogliseridamenjadi asam lemak dan gliserol
2. Jalur absorbtif
• Produk-produk digesti (monosakarida, asam amino, asam lemak, dan gliserol) juga air, elektrolit, vitamin dan cairan pencernaan diabsorbsi menembus membrane sel epitel duodenum dan ileum. Hanya sedikit absorbsiyang berlangsung dalam ileum kecuali untuk garam-garam empedu dari vitamin B12 .( oman karmana; 2008 : 249)
3. Mekanisme Transpor
Absorbsi meliputi difusi, difusi terfasilitasi, transpor aktif dan pinositosis. Mekanisme utama adalah tranpor aktif. Zat-zat yang ditranspor dari lumen usus kedarah atau limfe harus menembus sel-sel dan cairan interseluler sebagai berikut :
a. Membran plasma sel epitel kolumnar pada vilus, sitoplasma, dan membran dasar.
b. Jaringan ikat diantara sel epitel dan kapilar atau lacteal da;lam vilus.
c. Dinding kapilaratau laktealyang terletak dalam inti vilus.
4. Absorbsi karbohidrat
Setiap gula sederhana dipercaya memiliki mekanisme transpornya sendiri. Gula bergerak dari usus menuju jarring jarring kapilar vilus dan dibawa menuju hati oleh vena portal hepatica. (http://www.id.wikipedia.org/sistem_pencernaan/).
a. Absorbs glukosa terjadi bersamaan dengan transport aktif ion natrium(ko-transpor).
b. Fuktosa ditranpor melalui difusi terfasilitasi yang diperantari carrier.
c. Monosakarida lain dapat diabsorbsi melalui absorbs sederhana.
5. Absorsi Protein
Transport aktif asam amino kedalam sel-sel usus juga berlangsung bersamaan dengan transport aktif natrium, dengan sistemcarrier yang terpisah untuk asam amino berbeda. Dari kapilar vilus, asam amino dibawa kehati.
Pencernaan karbohidrat, protein, lemak
Enzim Sumber Sekresi Aksi
Amylase saliva (ptyalin)
Kelenjar saliva
Zat tepung Maltosa

Amylase pancreas Pancreas Zat tepung disakarida dan maltosa

Maltosa Usus halus Maltosa Glukosa

Sukrosa Usus halus Sukrosa Glukosa dan Fruktosa

Lactosa Usus halus Laktosa Glukosa dan Galaktosa

Protein
Pepsin Lambung
(pepsinogen diaktivasi oleh HCl lambung) Protein Polipeptida

Tripsin Pankreas
(tripsinogen diaktivasi oleh enterokinase) Protein Dan Polipeptida Peptida yang lebih kecil
Kimotripsin Pancreas
(kimotripsinogen diaktivasi oleh tripsin) Protein Dan Polipeptida Peptida yang lebih kecil
Peptidase Usus halus Dipeptida Asam Amino

Lemak
Lipase pancreas Pancreas
(dengan garam empedu) Trigiserida Monogliserida dan asam lemak
Lipase usus Usus halus
(dengan garam empedu) Monogliserida Asam Lemak dan gliserol

6. Absorbsi lemak
Asam lemak larut lipid dan gliserol diabsorbsi dalam bentuk Micelle, yaitu suatu globules sferikal empedu yang mengelilingi bagian berlemak. Micelle membawa asam lemak dan monoglikoserida menuju sel epithelial, tepatnya dilepas dan diabsorbsi melalui difusi pasif menuju membrane sel usus.
a. Asam lemak berantai karbon pendek (kurang dari 10 sampai 12 atom karbon ) merupakan molekul kecil yang bergerak kedalam kapilar vilus bersama asam amino dan monosakarida.
b. Asam lemak berantai karbon panjang (mencapai 90% lebih dari asam lemak yang ada) dan molekul gliserol bergerak keretikulum endoplasma, kemudian disintesis ulang menjadi trigliserida, berikatan dengan lipoprotein, fosfolipid dan kolesterol, serta terbebas sebagai kilomikron dan tepi lateral sel usus.
c. Kilomikron menembus lacteal sentral villus menuju system limfatik dan sirkulasi sistematik, sebelumnya melintasi hati.
7. Absorbsi air, elektrolit, dan vitamin.
a. Hanya ),5 L dari 5 L sampai 10 L cairan yang ada dalam usus halus yang mencapai usus besar. Air diabsorbsi secara pasif melalui hokum osmosis setelah absorbsi elektrolitdan makanan tercerna.
b. Ion dan zat renik diabsorbsi melalui difusi atau transport aktif antara lain :
1. Absorbsi kalsium bervariasi sesuai dengan asupan makanan, kadar plasma, dan kebutuhan hidup serta diatur oleh hormone paratiroid dan ingesti vitamin D.
2. Absorbsi zat besiditentukan sesuain kebutuhan metabolic. Zat besi terikat pada globulin (tranferin) dalam darah dan tersimpan pada tubuh dalam bentuk feritin yang akan dilepas jika dibutuhkan.
3. Vitamin larut air (C dan B)ndiabsorbsi melalui difusi. Vitamin larut lemak (A, D, E, dan K) diabsorbsi bersama lemak. Absorbs vitamin B12 tergantung pada factor intinsik lambung dan berlangsung dalam ileum. (Ethel Sloane ; 2003: 292-294).







PENUTUP

Kesimpulan
• Fungsi utama sistem pencernaan adalah untuk menyediakan makanan, air dan elektrolit bagi tubuh dari nutrien yang dicerna sehingga siap diabsorbsi.
• Pencernaan yang terjadi pada manusia berlangsung secara mekanik dan enzimatik

Saran
Dari makalah yang kami buat berukut beberapa saran antara lain :
• Makalah ini dapat menambah wawasan bagi pembaca mengenai pangabsorsian pada pencernaan system pencernaan manusia.
• Dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan sehingga bila ada kekurangan kami mengharap membantu kami dalam menambah wawasan kami.








DAFTAR PUSTAKA

Karmana, Oman, 2008. Cerdas Belajar Biologi. Grafindo Media Pratama : Bandung
Sloan Ethel, 2003. Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula. EGC: Jakarta.
Dikutip dari (http://www.id.wikipedia.org/sistem_pencernaan/). Pada tanggal 05 Desember 2009.

Minggu, 20 Desember 2009

bama

Copyright :
Files available on CrystalXP.net are property of their own creators.
They're only for personal use (on your computer).
Any use for commercial or lucrative purpose is strictly forbidden.
All downloads must not be redistributed in any way (i.e. magazine that includes a CD or on another website) without permission !
For further information do not hesitate to contact the author and the team of CrystalXP.net
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com

 
WELCOME TO BAMA ANDROID And SOFTWARE