BAMA ANDROID DAN SOFTWARE

Tak semua yang kau inginkan terkabulkan, tapi yakinlah semua yang kau butuhkan pasti Allah kabulkan

BAMA ANDROID DAN SOFTWARE

Tak semua yang kau inginkan terkabulkan, tapi yakinlah semua yang kau butuhkan pasti Allah kabulkan

BAMA ANDROID DAN SOFTWARE

Tak semua yang kau inginkan terkabulkan, tapi yakinlah semua yang kau butuhkan pasti Allah kabulkan

BAMA ANDROID DAN SOFTWARE

Tak semua yang kau inginkan terkabulkan, tapi yakinlah semua yang kau butuhkan pasti Allah kabulkan

BAMA ANDROID DAN SOFTWARE

Tak semua yang kau inginkan terkabulkan, tapi yakinlah semua yang kau butuhkan pasti Allah kabulkan

BAMA ANDROID DAN SOFTWARE

Tak semua yang kau inginkan terkabulkan, tapi yakinlah semua yang kau butuhkan pasti Allah kabulkan

Senin, 26 Oktober 2009

silabus KTSP

SILABUS KTSP


Nama Sekolah : SMA Negeri 1

Mata Pelajaran : Biologi

Kelas/Program : XI/IPA

Semester : 1

Standar Kompetensi: : 1. Memahami struktur dan fungsi sel sebagai unit terkecil kehidupan
Kompetensi Dasar
Materi Pokok/Materi Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran

Indikator

Penilaian
Alokasi

Waktu

(menit)
Sumber/

Bahan/Alat

1.1 Men-deskripsi-kan komponen kimiawi sel, struktur, dan fungsi sel sebagai unit terkecil kehidupan.

* Komponen Kimiawi Sel

Sel tersusun atas protoplasma yang mengandung bahan organik dan anorganik. Struktur kimia organik antara lain tersusun atas karbohidrat, lemak dan protein.

* Struktur sel dan fungsinya.

Sel sebagai unit terkecil makhluk hidup secara struktural dan fungsional. Sel terdiri dari membran plasma, sitoplasma, nukleus dan organel-organel yang masing-masing mempunyai fungsi khusus.


* Mengkaji literatur dari berbagai sumber tentang komponen kimiawi sel.
* Melakukan pengamatan mikroskopis struktur sel pada preparat basah dan awetan dari sel-sel hewan dan tumbuhan.
* Membandingkan hasil pengamatan dengan literatur, charta/gambar sel/CD interaktif/penelurusan internet.
* Mengidentifikasi struktur sel dan fungsinya dari literatur.
* Membuat model sel hewan/sel tumbuhan.



* Menjelaskan komponen kimia sel.
* Menggambarkan struktur sel hewan dan sel tumbuhan dari hasil pengamatan.
* Menunjukkan bagian-bagian sel berdasarkan gambar literatur/penelusuran CD interaktif/internet.
* Menjelaskan struktur bagian-bagian sel beserta fungsinya
* Karya model sel.


Jenis tagihan:

Tugas individu, tugas kelompok, unjuk kerja, sikap, ulangan.

Bentuk instrumen:

Produk (laporan kajian literatur komponen kimiawi sel, gambar sel hasil pengamatan, karya model sel), pengamatan unjuk kerja, pengamatan sikap, tes pilihan ganda, tes uraian, kuis.





8 X 45’
Sumber:

Buku acuan yang relevan, lingkungan sekolah, laboratorium.

Alat:

Mikroskop, silet/mikrotom,

Kaca penutup, kaca objek, gelas kimia, pipet, OHP/Komputer, LCD.

Bahan:

LKS, bahan presentasi,

sediaan segar/aweta sel hewan/tumbuh-an, air.

1.2 Meng-identifikasi organel sel tumbuhan dan hewan.

* Perbedaan sel hewan dan tumbuhan.



* Organel sel hewan dan tumbuhan.

Sel tumbuhan dan hewan (retikulum endoplasma, badan golgi, mitochondria, ribosom, lisosom, kloroplast, sentriol, nukleus dan nukleolus)


* Mengamati charta/gambar/foto mikroskopis sel hewan dan tumbuhan menemukan perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan.
* Menggali informasi dari berbagai sumber literatur/CD interaktif/penelusuran internet tentang organel sel hewan dan tumbuhan.
* Membuat laporan hasil kajian dari berbagai literatur
* Mengkomunikasikan hasil kajiannya secara lisan di depan kelas.
* Membuat model sel, bagian-bagian dan fungsinya.



* Membandingkan struktur sel hewan dan sel tumbuhan.
* Menjelaskan organel-organel yang dimiliki masing-masing sel tumbuhan dan hewan.
* Menjelaskan fungsi masing-masing organel yang dimiliki sel hewan dan sel tumbuhan.
* Karya model sel hewan, bagian-bagian dan fungsinya.



Jenis tagihan:

Tugas kelompok, unjuk kerja, ulangan.

Bentuk instrumen:

Produk (laporan hasil kajian, karya model sel), pengamatan unjuk kerja, pengamatan sikap, tes pilihan ganda, tes uraian, kuis..

6 X 45’
Sumber:

Buku acuan yang relevan, internet, laboratorium.

Alat:

OHP/Komputer, LCD.

Bahan:

LKS, Bahan presentasi, CD interaktif sel dan organel.

1.3 Mem-banding-kan mekanis-me transpor pada membran (difusi, osmosis, transpor aktif, endosito-sis, dan eksosito-sis).

* Difusi

Perpindahan zat (cair atau padat) dari larutan berkadar tinggi ke larutan berkadar rendah tanpa bantuan energi.



* Osmosis.

Perpindahan air atau zat pelarut dari larutan yang berkadar rendah ke larutan yang berkadar tinggi melalui membran semipermiabel tanpa bantuan energi.




* Transpor aktif.

Transpor yang memerlukan energi untuk keluar dan masuknya ion atau molekul zat melalui membran plasma.

* Endositosis/eksositosis

Peristiwa memasukkan atau mengeluarkan zat padat atau tetes cairan melalui membran.




* Penerapan konsep transpor melalui membran.

Salah satu pemanfaatan konsep dilakukan untuk pengawetan makanan, seperti pembuatan manisan, ikan asin dll.


* Melakukan percobaan difusi air dan osmosis menggunakan kentang/bengkuang/pepaya/labu siam dan plasmolisis dengan daun tumbuhan Rhoe discolor melalui kerja kelompok.
* Mengidentifikasi penerapan pemahaman difusi dan osmosis dalam pengawetan bahan makanan.












* Melakukan kajian literatur untuk menemukan mekanisme transpor aktif, endositosis dan eksositosis secara mandiri.
* Menggali informasi dari berbagai literatur/CD interaktif/selancar internet tentang proses endositosis dan eksositosis dan contohnya.
* Membedakan berbagai konsep transpor dari berbagai hasil kajian.






* Merancang dan melaksanakan percobaan seperti pembuatan manisan/pembuatan ikan asin dengan bahan lain, seperti buah jambu air, buah ceremai, buah strawberi, rumput laut dll. membuktikan transpor melalui membran dalam pengawaetan makanan.




* Menjelaskan ciri-ciri transpor secara difusi dan osmosis.
* Menjelaskan terjadinya peristiwa plasmolisis.
* Menjelaskan penerapan konsep transfor yang terjadi pada sel pada pengawetan bahan makanan.














* Membedakan mekanisme transfor aktif dan pasif.
* Menjelaskan proses dan memberikan contoh endositosis dan eksositosis











* Merancang percobaan dengan bahan lain membuktikan transpor lewat membran.
* Membuat makanan awetan dengan konsep transpor melalui membran




Jenis tagihan:

Tugas kelompok, unjuk kerja, ulangan.

Bentuk instrumen:

Produk (laporan hasil percobaan dan identifikasi penerapan konsep), pengamatan unjuk kerja, pengamatan sikap, tes pilihan ganda, tes uraian, kuis.




Jenis tagihan:

Tugas kelompok, ulangan.

Bentuk instrumen:

Produk (laporan hasil kajian dari berbagai sumber), pengamatan sikap, tes pilihan ganda, tes uraian, kuis.



Jenis tagihan:

Tugas kelompok, unjuk kerja, ulangan.

Bentuk instrumen:

Produk (rancangan dan hasil percobaan), pengamatan unjuk kerja, pengamatan sikap, tes pilihan ganda, tes uraian, kuis

2 X 45’



















2 X 45’













2 X 45’


Sumber:

Buku acuan yang relevan, laboratorium.

Alat:

OHP/komputer, LCD, difusi apparatus. pelubang gabus, pisau, timbangan, piala kimia.

Bahan: LKS, bahan presentasi, kentang/pepaya/bengkuang./ labu siam, air, gula., KMnO4.


Sumber:

Buku acuan yang relevan, internet.

Alat:

OHP/komputer, LCD.

Bahan: LKS, bahan presentasi, CD interaktif.


Sumber:

Buku acuan yang relevan, internet, laboratorium.

Alat:

OHP/komputer, LCD.

Bahan: LKS, bahan presentasi, buah-buahan.


Standar Kompetensi: : 2. Memahami keterkaitan antara struktur dan fungsi jaringan tumbuhan dan hewan, serta penerapannya dalam konteks salingtemas.
Kompetensi Dasar
Materi Pembeljaran
Kegiatan Pembelajaran

Indikator

Penilaian
Alokasi

Waktu

(menit)
Sumber/

Bahan/Alat
2.1 Meng-identifikasi struktur jaringan tumbuhan dan mengkait-kannya dengan fungsinya, menjelas-kan sifat totipoten-si sebagai dasar kultur jaringan.

* Struktur jaringan tumbuhan.

Jaringan tumbuhan terdiri dari jaringan meristem, epidermis, klorenkim, parenkim, sklerenkim, kolenkim dan xilem, floem.

























* Fungsi masing-masing jaringan.

Fungsi jaringan berbeda-beda sesuai letak, posisi, usia, pengaruh faktor luar.









* Sifat Totipotensi.

Sifat totipotensi pada jaringan tanaman dimanfaatkan untuk memperoleh anakan seragam dalam jumlah besar dan cepat melalui kultur jaringan.



* Melakukan pengamatan mikroskopis berbagai macam jaringan dari bagian akar, batang, daun, buah, dan bunga.
* Membandingkan gambar hasil pengamatan dengan gambar/foto dari kajian literatu/CD interaktif/selancar internet /charta.
* Mengidentifikasi macam jaringan berdasarkan struktur, bentuk dan lokasinya, berdasarkan gambar/foto hasil pengamatan dan kajian.






















* Mengkaji literatur untuk menemukan berbagai fungsi jaringan tumbuhan.
* Menganalisis fungsi macam-macam jaringan berdasarkan struktur, bentuk dan lokasinya dengan menggunakan gambar melalui diskusi.










* Diskusi sifat totipontensi jaringan yang dimiliki tumbuhan.
* Mengkaji buku literatur untuk menemukan cara membuat kultur jaringan pada satu jenis tumbuhan melalui tugas mandiri.
* Membuat charta urutan proses kultur jaringan suatu tumbuhan.




* Menggambarkan berbagai macam struktur jaringan pada tumbuhan dari hasil pengamatan.
* Mengidentifikasi macam-macam jaringan berdasarkan bentuk dan lokasinya.
* Membedakan struktur jaringan tumbuhan menggunakan gambar.






















* Mengidentifikasi ciri-ciri utama masing-masing macam jaringan tumbuhan.
* Menjelaskan fungsi berbagai macam struktur jaringan tumbuhan.









* Mengkaitkan sifat totipotensi jaringan dengan teknik kultur jaringan.
* Menjelaskan prinsip-prinsip dasar kultur jaringan.
* Membuat charta urutan proses kultur jaringan pada satu jenis tumbuhan.



Jenis tagihan:

Tugas kelompok, tugas individu, unjuk kerja, ulangan.

Bentuk instrumen:

Produk (gambar hasil pengamatan dan hasil kajian, identifikasi macam-macam jaringan), pengamatan unjuk kerja, pengamatan sikap, tes pilihan ganda, tes uraian, kuis.















Jenis tagihan:

Tugas kelompok, tugas individu, unjuk kerja, ulangan.

Bentuk instrumen:

Produk (resume kajian fungsi macam-macam jaringan tumbuhan) pengamatan sikap, tes pilihan ganda, tes uraian, kuis.

Jenis tagihan:

Tugas kelompok, tugas individu, ulangan.

Bentuk instrumen:

Produk (charta urutan proses kultur jaringan),pengamatan sikap, tes pilihan ganda, tes uraian, kuis.






4X45’























2X45’













2X45’


Sumber:

Buku acuan yang relevan, internet, lingkungan sekolah, laboratorium.

Alat:

Mikroskop, silet/mikrotom, kaca objek, kaca penutup, gelas kimia, pipet, OHP/komputer, LCD.

Bahan:

LKS, bahan presentasi,

Akar, batang, daun, buah, bunga tumbuhan yang lunak, air.

Sumber:

Buku acuan yang relevan.




Alat:

OHP/komputer, LCD.

Bahan:

LKS, bahan presentasi,




Sumber:

Buku acuan yang relevan.

Alat:

OHP/komputer, LCD.

Bahan:

LKS, bahan presentasi,

2.2 Men-deskripsi-kan struktur jaringan hewan vertebrata dan mengkait-kannya dengan fungsinya.

* Struktur jaringan hewan.

Jaringan hewan meliputi jaringan epitel, otot, tulang, saraf, dan jaringan ikat.














* Fungsi jaringan hewan vertebrata.

Masing-masing jaringan memiliki fungsi yang berbeda ditentukan oleh letak/posisi, usia, faktor luar.










* Tumor/kanker.

Jaringan dapat tumbuh tak terkendali yang disebabkan adanya faktor pencetus, yang mengganggu kegiatan metabolisme.


* Melakukan pengamatan mikroskopis sediaan jadi menemukan berbagai macam struktur jaringan hewan vertebrata melalui kerja kelompok.
* Membandingkan gambar hasil pengamatan dengan gambar/foto dari kajian literatu/CD interaktif/selancar internet /charta.
* Mengidentifikasi macam jaringan berdasarkan struktur, bentuk dan lokasinya, berdasarkan gambar/foto hasil pengamatan dan kajian.








* Mengkaji literatur untuk menemukan berbagai fungsi jaringan hewan melalui penugasan.
* Menganalisis fungsi macam-macam jaringan berdasarkan struktur, bentuk dan lokasinya dengan menggunakan gambar melalui diskusi.











* Menggali informasi dari literatur/CD interaktif/penelurusan internet menemukan deskripsi tentang tumor/kanker melalui tugas kelompok.
* Mendiskusikan hasil kajian dari berbagai sumber tentang tumor/kanker.
* Mengkomunikasikan/mempresentasikan hasil kajian dan diskusi tentang tumor/kanker



* Menggambarkan berbagai macam jaringan berdasarkan hasil pengamatan.
* Mengidentifikasi struktur masing-masing jaringan berdasarkan gambar hasil pengamatan dan kajian.
* Menunjukan macam jaringan berdasarkan lokasinya pada tubuh hewan vertebrata/manusia








* Mengenal fungsi masing-masing jaringan hewan.
* Menjelaskan fungsi masing-masing jaringan berdasarkan struktur, bentuk dan fungsinya.












* Membedakan pemahamannya mengenai tumor/kanker.
* Menjelaskan faktor pencetus terjadinya tumor/kanker
* Menunjukkan macam-macam kanker yang terjadi pada manusia.


Jenis tagihan:

Tugas kelompok, tugas individu, unjuk kerja, ulangan.

Bentuk instrumen:

Produk (gambar hasil pengamatan dan kajian, identifikasi macam-macam jaringan hewan/manusia), pengamatan unjuk kerja, engamatan sikap, tes pilihan ganda, tes uraian, kuis.

Jenis tagihan:

Tugas kelompok, unjuk kerja, ulangan.

Bentuk instrumen:

Produk (hasil kajian literatur fungsi masing-masing jaringan hewan/manusia), pengamatan sikap, tes pilihan ganda, tes uraian, kuis.



Jenis tagihan:

Tugas kelompok, unjuk kerja, ulangan.

Bentuk instrumen:

Produk (hasil kajian literatur tentang tupmor/kanker), pengamatan sikap, tes pilihan ganda, tes uraian, kuis.

4X45’

















2X45’















2X45’

Sumber:

Buku acuan yang relevan, internet, laboratorium.

Alat:

OHP/komputer, LCD


Bahan:

LKS, bahan presentasi,CD interaktif tentang jaringan hewan/manusia.


Sumber:

Buku acuan yang relevan, internet.

Alat:

OHP/komputer, LCD.

Bahan:

LKS, bahan presentasi,CD interaktif tentang jaringan hewan/manusia


Sumber:

Buku acuan yang relevan, internet.

Alat:

OHP/komputer, LCD.

Bahan:

LKS, bahan presentasi,CD interaktif tentang tumor/kanker.





Standar Kompetensi: : 3. Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan/penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada salingtemas.

Kompetensi Dasar
Materi Pokok/Materi Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran

Indikator

Penilaian
Alokasi

Waktu

(menit)
Sumber/

Bahan/Alat
3.1 Men-jelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/ penyakit yang dapat terjadi pada sistem gerak pada manusia

* Struktur dan fungsi tulang, otot dan sendi pada manusia

Rangka manusia digerakkan oleh otot yang melekat pada tulang, yang berhubungan melalui persendian.











* Proses gerak

Mekanisme gerak dilakukan oleh serabut oot melalui gerakan filamin aktin dan miosin yang memerlukan ATP.














* Kelainan/penyakit pada sistem gerak

Beberapa gangguan pada sistem gerak, seperti fraktura, artritis, osteoartritis, skoliosis, hipertrofi, dll.








* Teknologi rehabilitasi pada kelaiinan/kerusakan sistem gerak.

Perbaikan melalui ortopedi, penyambungan tulang menggunakan pen dll.


* Melakukan kajian literatur menemukan struktur dan fungsi tulang, sendi, dan otot.
* Menganalisis bangun persendiaan menggunakan charta persendian /model rangka menemukan konstruksi ikatan antar tulang.
* Melakukan pengamatan struktur tulang ayam yang sudah di rendam HCl di bawah mikroskop melalui kerja kelompok.










* Mengamati proses terjadinya gerakan dengan pemodelan melalui diskusi kelompok.
* Membuktikan otot sebagai alat gerak aktif dengan menggunakan otot betis kodok yang diberikan rangsangan pada frekuensi waktu tertentu dengan kerja kelompok.
* Menganalisis terjadinya gerak biasa dan gerak refleks melalui pemodelan.










* Melakukan studi literatur/CD interaktif/penelusuran internet menemukan berbagai penyebab penyakit/kelainan yang terjadi pada sistem gerak.
* Menganalisis hasil studi menemukan upaya-upaya menghindari/rehabilitasi penyakit-penyakit tersebut.
* Mengkomunikasikan hasil studi tentang kelainan/penyakit pada sistem gerak.





* Menghimpun keterangan dari berbagai sumber literatur/internet tentang penggunaan teknologi untuk merehabilitasi kerusakan sistem gerak.
* Mengkomunikasikan hasil studi literatur/internet tentang penyebab penyakit/kelainan dgn menggunakan teknologi untuk merehabilitasi kerusakan sistem gerak.



* Mengidentifikasi struktur dan fungsi tulang, sendi, dan otot dalam sistem gerak
* Menggambarkan struktur tulang, otot dan sendi.















* Menjelaskan keterkaitan tulang, otot dan sendi dalam sistem gerak.
* Menjelaskan terjadinya proses gerak: gerak biasa dan gerak refleks.
* Mengurutkan proses terjadinya sebuah gerakan.
* Menjelaskan mekanisme kerja otot sebagai alat gerak aktif.









* Menjelaskan penyebab terjadinya kelainan/gangguan pada sistem gerak.
* Menjelaskan cara menghindari/rehabiliitasi berbagai penyakit pada sistem gerak.









* Membuat laporan hasil studi pemanfaatan teknologi pada kerusakan sistem gerak.

Jenis tagihan:

Tugas kelompok, unjuk kerja, ulangan.

Bentuk instrumen:

Produk (hasil kajian literatur dan pengamatan struktur tulang), pengamatan unjuk kerja, pengamatan sikap, tes pilihan ganda, tes uraian, kuis.






Jenis tagihan:

Tugas kelompok, unjuk kerja, ulangan.

Bentuk instrumen:

Produk (laporan hasil pengamatan dan percobaan), pengamatan unjuk kerja, pengamatan sikap, tes pilihan ganda, tes uraian, kuis.





Jenis tagihan:

Tugas kelompok, ulangan.

Bentuk instrumen:

Produk (laporan hasil studi kelainan/penyakit pada sistem gerak), pengamatan sikap, tes pilihan ganda, tes uraian, kuis.



Jenis tagihan:

Tugas kelompok, ulangan.

Bentuk instrumen:

Produk (laporan hasil studi penggunaan teknologi merehabilitasi kelainan/penyakit pada sistem gerak), tes pilihan ganda, tes uraian, kuis.

2X45’

















2X45’

















2X45’














2X45’


Sumber:

Buku acuan yang relevan, laboratorium.

Alat:

OHP/komputer, LCD, mikroskop, silet, kaca objek, kaca penutup, gelas kimia, model rangka.

Bahan:

LKS, bahan ajar, bahan presentasi, tulang ayam, larutan HCl 10%

Sumber:

Buku acuan yang relevan, laboratorium.

Alat:

OHP/komputer/LCD, mikroskop, silet, kaca objek, kaca penutup, statif, cawan petri.

Bahan:

LKS, bahan ajar, bahan presentasi, otot kodok, larut-an ringer, benang.



Sumber:

Buku acuan yang relevan, internet.

Alat:

OHP/komputer, LCD

Bahan:

LKS, bahan ajar, bahan presentasi, CD interaktif.




Sumber:

Buku acuan yang relevan, internet.

Alat:

OHP/komputer, LCD

Bahan:

LKS, bahan presentasi.

3.2 Men-jelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/ penyakit yang dapat terjadi pada sistem peredaran darah

* Struktur dan fungsi darah

Darah terdiri atas plasma darah dan sel darah,





















* Struktur alat peredaran darah

Struktur alat peredaran darah meliputi jantung dan pembuluh darah (arteri dan vena).



* Proses peredaran darah manusia

Peredaran darah manusia berlangsung dengan sistem tertutup melalui pembuluh darah.





* Kelainan/penyakit pada sistem peredaran darah

Beberapa kelainan/penyakit seperti anemia, leukimia, penyakit jantung, thalasemia, arterosklerosis, kolesterol, diabetes.

* Teknologi yang berkaitan dengan sistem peredaran darah

Penggunaan alat pacu jantung, penghambat pembekuan darah pada proses transfusi dapat memperpanjang usia hidup manusia.







* Peredaran darah hewan

Cacing, belalang, ikan, katak, reptil dan burung berbeda dengan manusia.



* Melakukan pengamatan komponen darah dari preparat apusan darah.
* Membandingkan hasil pengamatan dengan literatur untuk menemukan struktur darah pada manusia.
* Mencari informasi dari berbagai sumber fungsi darah manusia.







* Melakukan tes golongan darah sendiri.
* Mendiskusikan prinsip dasar penggolongan darah manusia.
* Mendiskusikan dasar-dasar transfusi darah pada manusia.








* Menggunakan charta peredaran darah menganalisis struktur alat peredaran darah dan proses peredaran darah manusia melalui diskusi .





* Menggali informasi dari film/CD interaktif/penelusuran internet mencocokkan kebenaran hasil analisis dan diskusi.








* Melakukan kajian literatur/penelusuran internet menemukan penyebab berbagai penyakit yang terjadi pada sistem peredaran darah manusia secara mandiri.






* Melakukan kajian dari koran/majalah/penelusuran internet/ literatur menemukan penggunaan teknologi dalam membantu gangguan sistem peredaran darah.











* Membandingkan sistem peredaran darah pada berbagai hewan menggunakan charta.
* Mengidentifikasi ciri khas sistem peredaran masing-masing hewan .
* Mengkaji literatur sistem peredaran darah berbagai hewan.











* Menjelaskan komponen darah: plasma dan sel-sel darah.
* Menjelaskan fungsi darah.
* Menggambarkan macam-macam sel darah
* Menjelaskan fungsi darah, jantung, dan pembuluh darah (arteri dan vena).





* Menentukan golongan darahnya sendiri.
* Menjelaskan prinsip dasar penggolongan darah.
* Menjelaskan dasar-dasar transfusi darah.








* Menjelaskan berbagai alat-alat yang berkaitan dengan peredaran darah.
* Membedakan antara pembuluh vena dan arteri.
* Membedakan peredaran darah balik dan peredaran darah nadi.
* Membedakan peredaran darah pendek dan peredaran darah panjang dan lintasan/alat-alat yang dilalui.







* Mengenal berbagai kelainan/penyakit pada sistem peredaran darah.
* Menjelaskan penyebab kelainan/penyalit yang terjadi pada sistem peredaran darah.
* Menjelaskan upaya menghindari/rehabilitasi kelainan/penyakit pada sistem peredaran darah.















* Menjelaskan sistem peredaran darah berbagai hewan.
* Mengidentifikasi alat-alat peredaran darah berbagai hewan.
* Mengidentifikasi ciri khas berbagai sistem peredaran darah berbagai hewan.








Jenis tagihan:

Tugas kelompok, ulangan.

Bentuk instrumen:

Produk (laporan hasil studi penggunaan teknologi merehabilitasi kelainan/penyakit pada sistem gerak), tes pilihan ganda

sikap, ulangan.











Jenis tagihan:

Tugas kelompok, ulangan.

Bentuk instrumen:

Produk (laporan hasil studi penggunaan teknologi merehabilitasi kelainan/penyakit pada sistem gerak), tes pilihan ganda

sikap, ulangan.





Jenis tagihan:

Tugas kelompok, ulangan.


Bentuk instrumen:

Produk (laporan hasil studi penggunaan teknologi merehabilitasi kelainan/penyakit pada sistem gerak), tes pilihan ganda

sikap, ulangan.










Jenis tagihan:

Tugas kelompok, ulangan.

Bentuk instrumen:

Produk (laporan hasil studi penggunaan teknologi merehabilitasi kelainan/penyakit pada sistem gerak), tes pilihan ganda

sikap, ulangan


4X45’























2X45’

















2X45’























2X45’










Sumber:

Buku acuan yang relevan, laboratorium.

Alat:

OHP/komputer, LCD, torso manusia, mikroskop, kaca objek, kaca penutup, pembakar spiritus.

Bahan:

LKS, bahan ajar, bromtymolblue, korek api, darah., Serum anti A-serum anti B, charta sel-sel darah manusia.

Sumber:

Buku acuan yang relevan, internet.

Alat:

OHP/komputer, LCD, torso manusia,

Bahan:

LKS, bahan ajar, bahan presentasi, charta sistem peredaran darah manusia.


Sumber:

Buku acuan yang relevan, internet.

Alat:

OHP/komputer, LCD, torso manusia,

Bahan:

LKS, bahan ajar, bahan presentasi, gambar/foto pemanfaatan teknologi dan kelainan/penyakit sistem peredaran darah. Sumber:

Buku acuan yang relevan, internet.



Sumber:

Buku acuan yang relevan.

Alat:

OHP/komputer, LCD.

Bahan:

LKS, bahan ajar, bahan presentasi, gambar/foto/ charta sistem peredaran berbagai hewan.


SILABUS KTSP


Nama Sekolah : SMA .NEGERI 7 YOGYAKARTA

Mata Pelajaran : Biologi

Kelas : XI/IPA

Semester : 2

Standar Kompetensi: : 3. Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan dan/atau penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada salingtemas.

Kompetensi Dasar
Materi Pokok/Materi Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran

Indikator

Penilaian
Alokasi

Waktu

(menit)
Sumber/

Bahan/Alat

3.3 Men-jelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kaelainan /penyakit yang dapat terjadi pada sistem pencerna-an makanan pada manusia dan hewan (misalnya ruminan-sia)

* Makanan

Zat makanan terdiri dari karbohidrat, lemak, protein, mineral dan vitamin.





















* Sistem pencernaan makanan manusia

Sistem pencernaan mencakup struktur, fungsi dan proses pencernanan makanan. Alat pencernaan seperti mulut, kerongkongan, lambung, usus dan kelenjar seperti kelenjar ludah, hati, kelenjar lambung, pankreas, kelenjar usus memiliki fungsi khusus.




* Pencernaan hewan ruminansia.

Pencernaan makanan hewan ruminansia memiliki kekhususan karena adanya perbedaan struktur.










* Penyakit/gangguan sistem pencernaan.

Gangguan pencernaan antara lain sembelit, tukak lambung dll.


* Menuliskan data makanan yang dikonsumsi setiap hari selama 3 hari meliputi jenis, jumlah dan komposisi makanan melalui penugasan.
* Mengkomunikasikan hasil pengolahan data siswa tentang komposisi makanan seimbang dan kebutuhan energi.
* Menyusun menu makanan seimbang untuk kategori aktivitas normal selama 3 hari melalui kerja mandiri.
* Melakukan uji kandungan zat makanan dari berbagai bahan makanan yang umum dikonsumsi.













* Menggunakan torso mengenali tempat kedudukan alat dan kelenjar pencernaan serta fungsinya melalui kerja kelompok.
* Melakukan studi literatur/CD interaktif/penelusuran internet menemukan bagaimana bahan-bahan makanan berupa karbohidrat, lemak dan protein di cerna.
* Membuat tabel alat/kelenjar pencernaan dan fungsinya serta perubahan makanan yang diubahnya.







* Menganalisis sistem pencernaan hewan ruminansia dengan menggunakan charta dan literatur melalui diskusi .
* Melakukan diskusi tentang perbedaan sistem pencernaan makanan manusia dan hewan ruminansia.









* Studi literatur/penelusuran internet menemukan berbagai penyakit dan penyebab penyakit yang dapat terjadi pada sistem pencernaan manusia.
* Mengkomunikasikan hasil studi literatur dan menemukan cara menghindari/rehabilitasi penyakit/gangguan sistem pencernaan melalui diskusi.



* Mengidentifikasi asupan nilai gizi makanan siswa setiap hari selama 3 hari.
* Menjelaskan kemungkinan yang terjadi apabila kekurangan/kelebihan asupan salah satu zat makanan.
* Menjelaskan cara menguji kandungan zat makanan berupa protein, lemak, glukosa, amilum.














* Menjelaskan struktur dan fungsi alat pencerrnanan makanan manusia.
* Menjelaskan proses pencernaan makanan, seperti karbohirat, lemak, protein.
* Membuat tabel alat/kelenjar, fungsi dan perubahan makanan.









* Mengidentifikasi struktur, fungsi dan proses hewan ruminansia.
* Membedakan sistem pencernaan makanan manusia dan hewan ruminansia.









* Menjelaskan kemungkinan penyakit yang dapat terjadi pada sistem pencernaan makanan manusia.
* Mengidentifikasi cara menghindari/merehabilitasi penyakit/gangguan sistem pencernaan.



Jenis tagihan:

Tugas individu, tugas kelompok, unjuk kerja, ulangan.

Bentuk instrumen:

Produk (laporan hasil observasi makanan yang dikonsumsi, Menu seimbang dan hasil uji kandungan zat makanan), pengamatan unjuk kerja, pengamatan sikap, kuis, tes pilihan ganda, tes uraian.








Jenis tagihan:

Tugas individu, tugas kelompok, unjuk kerja, ulangan.

Bentuk instrumen:

Produk (laporan hasil indentifikasi alat/kelenjar pencernaan dan fungsinya), pengamatan sikap, kuis, tes pilihan ganda, tes uraian.



Jenis tagihan:

Tugas individu, tugas kelompok, unjuk kerja, ulangan.

Bentuk instrumen:

Produk (laporan hasil analisis dan diskusi pencernaan ruminansia), pengamatan sikap, kuis, tes pilihan ganda, tes uraian.

Jenis tagihan:

Tugas individu, tugas kelompok, unjuk kerja, ulangan.

Bentuk instrumen:

Produk (laporan hasil studi literatur dan internet), pengamatan sikap, kuis, tes pilihan ganda, tes uraian.

2 X 45’
























2 X 45’
















2X45’













2 X 45’










Sumber:

Buku acuan yang relevan., lingkungan rumah.

Alat:

OHP/komputer, LCD, tabung reaksi, pembakar spiritus, penjepit tabung reaksi, lumpang dan alu, gelas kimia.

Bahan:

LKS, bahan presentasi, berbagai bahan makanan, reagen benedict, biuret, KI, air.



Sumber:

Buku acuan yang relevan, internet.

Alat:

OHP/komputer, LCD, torso.

Bahan:

LKS, bahan presentasi, CD interaktif.





Sumber:

Buku acuan yang relevan.

Alat:

OHP/komputer, LCD, torso.

Bahan:

LKS, bahan presentasi, Charta pencernaan ruminansia.

Sumber:

Buku acuan yang relevan, internet.

Alat:

OHP/komputer, LCD.

Bahan:

LKS, bahan presentasi.

3.4 Men-jelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/ penyakit yang dapat terjadi pada sistem pernafasan pada manusia dan hewan (misalnya burung).

* Struktur dan fungsi alat-alat pernafasan.

Alat pernafasan masusia berupa paru-paru (bronkus, bronkeolus, bonkeololus) yang membangun sistem yang khas.













* Mekanisme Pernapasan pada manusia

Pernafasan dilakukan secara inspirasi dan ekspirasi yang terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara pada rongga dada.











* Pernafasan hewan.

Pernafasan pada hewan bervariasi, misalnya dengan paru-paru, insang, kulit, dan trakea.










* Kelainan dan penyakit yang terjadi.

Beberapa penyakit/kelainan antara lain faringitis, tonsilitis, diferti, emfisema dll.


* Mengggunakan charta/CD interaktif/penelusuran internet sistem pernafasan menemukan struktur alat-alat pernafasan manusia.
* Mengkaji dari berbagai literatur menemukan struktur dan fungsi alat-alat pernapasan manusia.















* Menggunakan pemodelan salah seorang siswa mengenali perubahan-perubahan yang terjadi pada waktu melakukan proses bernafas melalui kegiatan diskusi.
* Menganalisis menggunakan pemodelan perbedaan pernafasan dada dan pernafasan perut.
* Mengkaji literatur/CD interaktif/penelusuran internet menemukan proses pertukaran oksigen dan karbondioksida dari alveolus ke kapiler darah dan sebaliknya.






* Mengamati perilaku burung terbang melalui penugasan mandiri.
* Menggunakan charta anatomi burung mengenali organ-organ pernafasan burung melalui diskusi .
* Mengkaji literatur/CD interaktif/internet menghubungkan hasil pengamatan dan charta dengan mekanisme pernapasan burung melalui penugasan kelompok.







* Mendiskusikan bagaimana pengaruh rokok, alkohol, dan obat-obat terlarang terhadap alat-alat pernapasan
* Mengunjungi puskesmas/penelusuran internet menggali informasi penggunaan teknologi alat bantu pernafasan dan cara penggunaannya melalui penugasan diluar jam sekolah melalui kerja kelompok .



* Menjelaskan struktur dan fungsi alat-alat pernafasan pada manusia.



















* Menjelaskan mekanisme pernapasan pada manusia.
* Membedakan pernafasan dada dan pernafasan perut.
* Menjelaskan proses mekanisme pertukaran Oksigen dan Karbondioksida dari alveolus ke kapiler darah atau sebaliknya.









* Mengidentifikasi alat-lat pernafasan dan proses pernapasan burung.
* Membedakan pernafasan manusia dan burung.












* Menjelaskan kelainan/penyakit yang terjadi pada sistem pernafasan.
* Mengenali cara-cara pencegahan/menghindari penyakit pada sistem pernafasan.
* Mendata pemanfaatan teknologi yang digunakan untuk membantu bernafas.


Jenis tagihan:

Tugas individu, tugas kelompok, unjuk kerja, ulangan.

Bentuk instrumen:

Produk (laporan hasil studi literatur dan internet), pengamatan sikap, kuis, tes pilihan ganda, tes uraian .








Jenis tagihan:

Tugas individu, tugas kelompok, unjuk kerja, ulangan.

Bentuk instrumen:

Produk (laporan hasil pengamatan mekanisme pernafasan, pernafasan dada dan pernafasan perut), pengamatan sikap, kuis, tes pilihan ganda, tes uraian .



Jenis tagihan:

Tugas individu, tugas kelompok, unjuk kerja, ulangan.

Bentuk instrumen:

Produk (laporan hasil studi perilaku terbang burung dan diskusi), pengamatan sikap, kuis, tes pilihan ganda, tes uraian.



Jenis tagihan:

Tugas individu, tugas kelompok, unjuk kerja, ulangan.

Bentuk instrumen:

Produk (laporan hasil diskusi pengaruh rokok, alkohol dan obat terlarang, pemanfaatan teknologi pada sistem pernafasan), pengamatan sikap, kuis, tes pilihan ganda, tes uraian.

2 X 45’



















4 X 45’

















2 X 45’














2 X 45’

Sumber:

Buku acuan yang relevan, internet.

Alat:

OHP/komputer, LCD.

Bahan:

LKS, bahan presentasi, Charta/CD interaktif sistem pernafasan manusia.





Sumber:

Buku acuan yang relevan, internet.

Alat:

OHP/komputer, LCD.

Bahan:

LKS, bahan presentasi, Charta/CD interaktif sistem pernafasan manusia.



Sumber:

Buku acuan yang relevan, internet.

Alat:

OHP/komputer, LCD.

Bahan:

LKS, bahan presentasi, Charta/CD interaktif sistem pernafasan burung.

Sumber:

Buku acuan yang relevan, internet.

Alat:

OHP/komputer, LCD.

Bahan:

LKS, bahan presentasi.
3.5 Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/ penyakit yang dapat terjadi pada sistem ekskresi pada manusia dan hewan (misalnya ikan dan serangga).

* Struktur dan fungsi alat-alat ekskresi manusia.

Alat ekskresi pada manusia antara lain paru-paru, kulit, ginjal, hati, yang mengekskresikan hasil metabolisme.

* Proses ekskresi pada manusia.

Ekskresi sisa-sisa metabolisme melalui paru-paru, hati, ginjal dan kulit menunjukkan mekanisme yang berbeda.





* Ekskresi pada hewan.

Hewan mengekskresikan sisa metabolismenya menggunakan alat seperti kulit, ginjal, sel api, nefridia, dll.









* Kelainan dan penyakit yang terjadi.

Gangguan pada sistem ekskresi, antara lain albuminaria, nefritis, polyuria dll.








* Menggunakan torso/charta mengenali struktur berbagai organ ekskresi, letak, dan fungsinya melalui kegiatan demonstrasi.
* Mengkaji literatur/CD interaktif/penelusuran internet/charta menemukan fungsi, proses masing-masing dan hasil akhir yang dibuang alat eksresi manusia,
* Mengkomunikasikan/mempresentasi-kan hasil analisis dan kajian pengeluaran sisa-sisa metabolisme melalui paru-paru , hati, ginjal dan kulit.




* Melakukan uji kandungan glukosa, protein, amoniak dalam menggunakan reagen melalui kerja kelompok.



* Menganalisis charta/gambar alat-alat ekskresi pada berbagai hewan, seperti cacing, belalang, ikan dll. melalui kerja kelompok.
* Mengkaji literatur/penelusuran internet dan mendiskusikan hasil kajian tentang proses eksresi pada ikan dan belalang.









* Melakukan kajian literatur/penelusuran internet menemukan berbagai penya-kit , penyebab dan pemanfaatan teknologi pada gangguan/penyakit sistem ekskresi.
* Mendiskusiakan cara menghindari/menanggulangi penyakit pada sistem ekskresi..
* Mempresentasikan hasil kajian literatur tentang kelainan/gangguan pada sistem eksresi.





* Mengidentifikasi struktur dan fungsi alat-alat ekskresi.
* Membedakan struktur dan fungsi alat-alat eksresi.
* Menjelaskan proses ekskresi, seperti keringat, urine, bilirubin dan biliverdin, CO2 dan H2O (uap air).
* Melakukan uji kandungan zat dalam urine.









* Membedakan struktur alat ekskresi ikan, cacing dan belalang (ginjal).
* Membedakan alat ekskresi hewan dan manusia.
* Mengidentifikasi proses eksresi pada ikan, cacing dan belalang.









* Menjelaskan penyebab kelainan/penyakit yang terjadi pada sistem ekskresi.
* Menghimpun gambar penggunaan teknologi yang membantu sistem ekskresi.

Jenis tagihan:

Tugas individu, tugas kelompok, unjuk kerja, ulangan.

Bentuk instrumen:

Produk (laporan hasil kajian dan diskusi , laporan hasil kandungan zat dalam urin), pengamatan unjuk kerja, pengamatan sikap, kuis, tes pilihan ganda, tes uraian.





Jenis tagihan:

Tugas kelompok, unjuk kerja, ulangan.

Bentuk instrumen:

Produk (laporan hasil kajian dan analisis alat ekskresi hewan), pengamatan sikap, kuis, tes pilihan ganda, tes uraian.




Jenis tagihan:

Tugas kelompok, unjuk kerja, ulangan.

Bentuk instrumen:

Produk (laporan hasil kajian dan diskusi), pengamatan sikap, kuis, tes pilihan ganda, tes uraian.
4 X 45’



















2 X 45’














2 X 45’
Sumber:

Buku acuan yang relevan, internet.

Alat:

OHP/komputer, LCD, tabung reaksi, rak tabung reaksi, gelas kimia, pembakar spiritus.

Bahan:

LKS, bahan presentasi, reagen benedict, biuret.



Sumber:

Buku acuan yang relevan, internet.

Alat:

OHP/komputer, LCD.

Bahan:

LKS, bahan presentasi, charta/gambar berbagai alat ekskresi hewan.

Sumber:

Buku acuan yang relevan, internet.

Alat:

OHP/komputer, LCD.

Bahan:

LKS, bahan presentasi, charta/gambar pemanfaatan teknologi pada sistem ekskresi.

3.6 Men-jelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelaian/ penyakit yang dapat terjadi pada sistem regulasi manusia (syaraf, endokrin, dan peng-inderaan).

* Struktur dan fungsi sistem regulasi (syaraf, endokrin dan indera).

Sistem saraf meliputi saraf pusat dan susunan syaraf tepi. Hormon mengatur pertumbuhan, keseimbangan internal, reproduksi dan tingkah laku. Alat indera sebagai reseptor rangsang dari luar dilakukan oleh mata, telinga, lidah, hidung dan kulit.








* Proses regulasi (syaraf, endokrin, indera).

Proses regulasi bekerja sesuai dengan rangsangan dan koordinasi yang mantap.

















* Kelainan/penyakit yang terjadi (syaraf, endokrin, indera).

Beberapa gangguan sistem regulasi, antara lain hipertiroidime, kretinisme, mabuk, gangguan kesadaran, mata rabun dsb.


* Mengkaji dari berbagai literatur/CD interaktif/penelusuran internet /model/charta mengenali struktur dan fungsi: susunan syaraf, endokrin dan alat-alat indera pada manusia.
* Membuat charta struktur dan fungsi susunan syaraf, endokrin dan alat-alat indera melalui kerja kelompok.
* Mempresentasikan dan mendemonstrasikan hasil kajian tentang susunan syaraf, endokrin dan alat-alat indera dalam diskusi kelas.










* Mengamati dan menganalisis keterkaitan fungsi kerja susunan saraf, endokrin dan alat-alat indera melalui kegiatan demontrasi pemodelan seorang siswa, seperti proses mengecap, melihat, mendengar, meraba, mencium dalam diskusi.
* Melakukan kajian literatur/CD interaktif/penelusuran internet/film CD/VCD/model alat-alat indera menemukan proses kerja susunan syaraf, endokrin dan berbagai alat-alat indera melalui kerja kelompok.
* Mengkomunikasikan hasil analisis dan kajian tentang keterkaitan fungsi kerja syaraf, endokrin, dan indera.










* Menggali informasi dari berbagai sumber media/koran/majalah/penelusuran internet menemukan berbagai gangguan/kelainan/penyakit dan penyebabnya pada sistem regulasi (syaraf, endokrin, indera) melalui penugasan.
* Melakukan observasi ke puskesmas/kepolisian/rumah sakit /pusat rehabilitasi atau menyaksikan film CD/VCD mengenai gangguan susunan syaraf/indera akibat penggunaan narkoba.
* Mempresentasikan dalam diskusi kelas hasil observasi tentang pengaruh narkoba terhadap susunan syaraf/indera.



* Membuat charta struktur dan funsi susunan syaraf, endokrin, dan alat-alat indera.
* Menjelaskan struktur dan fungsi (susunan syaraf, endokrin, dan alat-alat indera).














* Menjelaskan proses bekerjanya susunan syaraf, endokrin dan alat-alat indera.
* Menjelaskan keterkaitan fungsi susunan syaraf, endokrin, dan alat-alat indera,seperti pada pertumbuhan dan perkembangan, proses mendengar, melihat, mengecap, meraba, mencium.













* Mengenali berbagai gangguan/penyakit/kelain-an dan penyebabnya yang berkaiktan dengan susunan syaraf, endokrin, dan alat-alat indera.
* Menjelaskan cara mencegah/menghindari gangguan/penyakit yang terjadi pada susunan syaraf, endokrin danalat-alat indera.



* Mengkomunikasikan dampak pengaruh narkoba terhadap susunan syaraf/alat-alat indera.


Jenis tagihan:

Tugas kelompok, unjuk kerja, ulangan.

Bentuk instrumen:

Produk (charta struktur dan fungsi susunan saraf, endokrin, alat-alat indera), tes lisan, pengamatan sikap, kuis, tes pilihan ganda, tes uraian.







Jenis tagihan:

Tugas kelompok, unjuk kerja, ulangan.


Bentuk instrumen:

Produk (laporan hasil kajian dan diskusi), pengamatan sikap, kuis, tes pilihan ganda, tes uraian.













Jenis tagihan:

Tugas kelompok, unjuk kerja, ulangan.

Bentuk instrumen:

Produk (laporan hasil kajian dan diskusi), pengamatan sikap, kuis, tes pilihan ganda, tes uraian.









4 X 45’



















6 X 45’























2 X 45’

Sumber:

Buku acuan yang relevan, internet.

Alat:

OHP/komputer, LCD, model alat-alat indera: mata, telinga, kulit, hidung, pengecap.

Bahan:

LKS, bahan presentasi, charta/gambar susunan saraf, endokrin dan alat-alat indera.

Sumber:

Buku acuan yang relevan, internet.


Alat:

OHP/komputer, LCD, CD/VCD player, model alat-alat indera: mata, telinga, kulit, hidung, pengecap.

Bahan:

LKS, bahan presentasi, charta/gambar susunan saraf, endokrin dan alat-alat indera.




Sumber:

Buku acuan yang relevan, internet.


Alat:

OHP/komputer, LCD, CD/VCD player, model alat-alat indera: mata, telinga, kulit, hidung, pengecap.

Bahan:

LKS, bahan presentasi, charta/gambar susunan saraf, endokrin dan alat-alat indera

3.7 Men-jelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses yang meliputi pem-bentukan sel kelamin, ovulasi, menstruasi, fertilisasi, dan pemberian ASI, serta kelainan penyakit yang dapat terjadi pada sistem reproduksi manusia.

* Struktur dan fungsi alat-alat reproduksi pada laki-laki dan wanita.

Sistem reproduksi manusia baik laki-laki ataupun wanita ada yang terdapat dalam rongga tubuh sehingga tidak tampak dan ada yang tampak dari luar tubuh.








* Proses pembentukan sel kelamin

Proses pembentukan kelamin meliputi pembentukan sperma dan sel telur.












* Ovulasi

Proses pelapasan sel telur yang sudah matang dari ovarium ke tuba fallopi untuk dibuahi.

* Menstruasi.

Wanita mengalami masa menstruasi setiap kurun 28 hari setiap bulan. Mentruasi merupakan salah satu kekhasan makhluk hidup golongan primata.





* Fertilisasi, gestasi dan persalinan
* ASI.

ASI memiliki bahan nutrisi yang amat penting bagi bayi, terutama setelah proses kelahiran.











* Kelainan/penyakit yang terjadi.

Beberapa penyakit/gangguan sistem reproduksi , antara lain keputihan, kanker rahim, mandul dsb.


* Menggunakan charta/gambar mengenali sistem reproduksi pada laki-laki dan wanita .
* Mendiskusikan fungsi alat-alat reproduksi pada laki-laki dan wanita.
* Merefleksikan kondisi diri yang tumbuh makin dewasa dengan kematangan sistem reproduksi dalam bersikap terhadap nilai-nilai moral dan agama, seperti seks bebas, hubungan di luar nikah dll.









* Melalkukan kajian gambar gametogenesis/penelusuran internet/CD interaktif/film CD/VCD menemukan proses pembentukan sperma/sel telur.



* Membuat Charta/model spermatogenesis dan oogenesis dari bahan-bahan bekas melalui kegiatan kelompok








* Mengkaji literatur tentang ovulasi dan mendiskusikannya dalam kelompok.
* Menggunakan charta/gambar organ reproduksi wanita dan siklus menstruasi menemukan proses dan tahapan menstruasi.
* Diskusi kelas atas pemahaman diri tentang peristiwa menstruasi.











* Mengkaji literatur dari berbagai sumber tentang fertilisasi, gestasi dan persalinan dalam kelompok.
* Mengkomunikasikan hasil kajian literatur dalam diskusi kelas tentang gestasi dan persalinan.



* Menggali informasi dari litertatur/petugas kesehatan menemukan alasan pentingnya ASI pertama keluar bagi seorang bayi melalui tugas kelompok.








* Menemukan penyebab kelainan/penyakit yang terjadi pada sistem reproduksi pada berbagai sumber literatur/media/penelusuran internet melalui penugasan.
* Mendiskusikan cara mencegah/merehabilitasi atas gangguan/penyakit berkaitan dengan sistem reproduksi.



* Mengidentifikasi struktur dan fungsi sistem reproduksi laki-laki dan wanita.
* Refleksi diri terhadap nilai-nilai moral dan agama dengan makin matangnya sistem reproduksi.












* Menjelaskan proses pembentukan sperma dan sel telur.
* Mengurutkan tahapan spermatogenesis dan oogenesis.
* Membuat charta/model spermatogenesisi dan oogenesis.









* Menguraikan proses ovulasi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
* Menjelaskan proses menstruasi.
* Pemahaman diri akan peristiwa menstruasi.
* Mendeskripsikan alat kontrasepsi pada pria dan wanita









* Mengidentifikasi proses fertilisasi, gestasi dan persalinan



* Menjelaskan alasan pentingnya ASI bagi bayi.














* Menjelaskan penyebab terjadinya kelainan/penyakit yang terkait sistem reproduksi.
* Menjelaskan cara mencegah/merehabilitasi gangguan/penyakit berkaitan dengan sistem reproduksi.



Jenis tagihan:

Tugas individu, unjuk kerja, ulangan.

Bentuk instrumen:

Produk (laporan hasil refleksi diri) pengamatan sikap, kuis, tes pilihan ganda, tes uraian .







Jenis tagihan:

Tugas individu, unjuk kerja, ulangan.

Bentuk instrumen:

Produk (laporan hasil refleksi diri) pengamatan sikap, kuis, tes pilihan ganda, tes uraian







Jenis tagihan:

Tugas individu, unjuk kerja, ulangan.

Bentuk instrumen:

Produk (laporan hasil kajian literatur, hasil refleksi diri) pengamatan sikap, kuis, tes pilihan ganda, tes uraian






Jenis tagihan:

Tugas individu, unjuk kerja, ulangan.

Bentuk instrumen:

Produk (laporan hasil kajian literatur, hasil refleksi diri) pengamatan sikap, kuis, tes pilihan ganda, tes uraian







Jenis tagihan:

Tugas individu, unjuk kerja, ulangan.

Bentuk instrumen:

Produk (laporan hasil kajian literatur tentang gangguan/penyakit pada sistem reproduksi) pengamatan sikap, kuis, tes pilihan ganda, tes uraian

2X 5’
















4X45’
















2 X 45’
















2 X 45’

















2 X 45’

Sumber:

Buku acuan yang relevan.

Alat:

OHP/komputer, LCD,

Bahan:

LKS, bahan presentasi, charta/gambar sistem reproduksi.





Sumber:

Buku acuan yang relevan.

Alat:

OHP/komputer, LCD,

Bahan:

LKS, bahan presentasi, charta/gambar sistem reproduksi.





Sumber:

Buku acuan yang relevan.

Alat:

OHP/komputer, LCD,

Bahan:

LKS, bahan presentasi, charta/gambar sistem reproduksi dan siklus menstruasi.



Sumber:

Buku acuan yang relevan.

Alat:

OHP/komputer, LCD,

Bahan:

LKS, bahan presentasi, charta/gambar sistem reproduksi dan siklus menstruasi.




Sumber:

Buku acuan yang relevan, internet.

Alat:

OHP/komputer, LCD,

Bahan:

LKS, bahan presentasi, gambar gangguan/kelainan pada sistem reproduksi.

.
3.8 Men-jelaskan mekanis-me pertahan-an tubuh terhadap benda asing berupa antigen dan bibit penyakit.

* Antigen dan antibodi.

Antigen, benda asing yang masuk dalam tubuh perlu dikenali dan dihancurkan. Antibodi, zat anti yang dihasilkan tubuh untuk melawan benda asing tertentu.












* Mekanisme pertahanan tubuh.

Kekebalan tubuh dapat terjadi autoimunitas, heteroimunitas dan isoimunitas.


* Menemukan penerapan istilah antigen dan antibodi melalui diskusi penularan virus influenza pada diri seseorang.
* Mengkaji literatur/penelusuran internet menemukan fungsi antigen dan antibodi bagi pertahanan tubuh.













* Mendiskusikan tentang imunisasi dengan proses terbentuknya kekebalan tubuh.
* Melakukan kajian literatur/penelusuran internet menemukan proses pembuatan vaksin untuk imunisasi.



* Membedakan antigen dan antibodi.
* Menjelaskan fungsi antigen dan antibodi pada mekanisme pertahanan tubuh.















* Menjelaskan proses mekanisme pertahanan tubuh terhadap benda asing.
* Menjelaskan akibat yang terjadi bila pertahanan tubuh lemah.


Jenis tagihan:

Tugas individu, unjuk kerja, ulangan.

Bentuk instrumen:

Produk (laporan hasil kajian literatur tentang antigen dan antibodi) pengamatan sikap, kuis, tes pilihan ganda, tes uraian







Jenis tagihan:

Tugas individu, unjuk kerja, ulangan.

Bentuk instrumen:

Produk (laporan proses pembuatan vaksin) pengamatan sikap, kuis, tes pilihan ganda, tes uraian

3 X 45’


















3 X 45’

Sumber:

Buku acuan yang relevan, internet.

Alat:

OHP/komputer, LCD,

Bahan:

LKS, bahan presentasi.









Sumber:

Buku acuan yang relevan, internet.

Alat:

OHP/komputer, LCD,

Bahan:

LKS, bahan presentasi, charta/gambar kegiatan imunisasi.

Laporan pembiakan bakteri

I. Judul praktikum
Pembuatan media dan pembiakan bakteri
II. Tujuan praktikum
a. Mempelajari sifat-sifat koloni suatu mikroba pada media agar-agar
b. Memahami cara mengisolasi suatu mikroba pada media agar-agar
1. Tanggal praktikum

2. Dasar teori

Medium pembiakan dasar adalah medium pembiakan sederhana yang mengandung zat-zat umum diperlukan oleh sebagian mikroorganisme dan dipkai juga sebagai komponen dasar untuk membuat medium pembiakan lain. Meskipun zat-zat yang diperlukan mikroorganisme sangat beragam, namun sebagai mahkluk hidupmereka mempunyai dasar yang sama meliputi air, karbon, energi, mineral dan faktor tumbuh.
Berdasarkan komposisi kimiawinya dikenal medium sintetik dan medium non sintetik atau kompleks. Komposisi kimiawi medium sintetik diketahui dengan pasti dan biasanya dibuat dengan bahan-bahan kimiawi yang kemurniannya tinggi dan ditentukan dengan cepat maka medium semacam ini dapat diulangi pembuatannya kapan saja dan akan diperoleh hasil yang sama. Di pihak lain, komposisi kimiawi medium non sintetik tidak diketahui denga pasti. Contohnya adalah bahan-bahan yang terdapat dalam kaldu nutrien, yaitu ekstrak daging dan pepton, mempunyai komposisi kimiawi yang tidak pasti.
Karena kaldu nutrien merupakan medium yang palng umum digunakan dalam bakteriologi ( dapat menunjang pertumbuhan sebagian besar bakteri ) maka medium ini disebut juga medium serbaguna. Sedangkan medium yang mengandung zat-zat kimia tertentu yang dapat menghambat pertumbuhan satu kelompok bakteri atau lebih tanpa menghambat pertumbuhan organisme yang di inginkan disebut medium efektif. Di samping itu di kenal pula medium differensial yaitu medium yang mengandung zat-zat kimia tertentu yang memungkinkan si pengamat membedakan tipe bakteri.
Perkembangan mikroorganisme dapat terjadi secara seksual dan aseksual, yaitu paling banyak terjadi adalah perkembangbiakan aseksual. Pembiakan aseksual terjadi dengan pembelahan biner, yakni satu sel induk membelah menjadi dua sel anak lagi dan seterusnya. Tipe lain cara perkembangbiakan aseksual disamping pembelahan biner ( binari fision ) pemblahan ganda ( multiple fision ) dan perkuncupan ( budding )
Reproduksi bakteri secara pembelahan biner. Perbanyakan sel dengan cara ini, kecepatan pembelahan sel ditentukan dengan waktu generasi . waktu generasi adlah waktu yang dibutuhkan oleh sel untuk membelah, bervariasi tergantung dari spesies dan kondisi pertumbuhan pembelahan biner yang terjadi pada bakteri adalah pembelahan biner melintang.
Bakteri disebut aerobik bila hanya tumbuh dengan adanya oksigen bebas, dan disebut anaerobik fakultatif bila dapat tumbuh dengan atau tanpa oksigen bebas, karena oksigen bersifat racun terhadap kelompok bakteri anaerobik. Maka pertumbuhan teknik khusus.

III. Alat dan bahan
• 5 buah cawan petri steril
• Becker glas
• Autoklaf
• Stiler
• 5 buah kertas folio
• Kaldu 500 gr
• Agar-agar nutrien
• Alkohol 50 ℅
• Aquades
• Inkubator

IV. Cara kerja
a. Membuat media bakteri degan mencampurkan agar-agar dan kaldu kemudian mendidihkan media menggunakan stiler
b. Melakukan strerisasi cawan petry dengan menggunakan alkohol 50 %
c. Menuangkan media kedalam 5 buah cawan petry
d. Melakukan pembiakan bakteri dengan 5 perlakuan yaitu
• Bakteri dari udara
• Bakeri dari mulut
• Bakteri dari rambut
• Bakteri dari telapak tangan
• Bakteri dari debu
e. Menutup 5 buah cawan petry kecuali pada pembiakan bakteri pada udara
f. Membungkus 5 buah cawan petry dengan kertas folio dan memberi label perlakuan pada masing – masing perlakuan
g. Memasukan 5 buah cawan petry kedalam inkubasi
h. Melakukan pengamatan pembiakan bakteri pada masing – masing perlakuan selama 4 hari.
























V. Data Hasil Pengamatan

Perlakuan Jumlah koloni Bentuk bakteri Warna
Koloni Jumlah
Udara 18 77 Diplokokus Kuning dan putih
20
15
24
Mulut 16 69 Streptokokus Kuning pucat
24
9
20
Rambut 16 70 Basil, diplokokus, dan streptokokus Kuning pucat
13
25
16
Tagan 31
20
39
59 149 Diplokokus, dan streptokokus Kuning pucat, kuning dan merah muda
Debu 25
40
20
27 112 stafilokokus Kuning pucat dan putih






VI. Pembahasan

Berdasarkan data hasil pengamatan, pada pebiakan bakteri kali ini menggunakan media agar nutrien dan ekstrak daging sapi, kemudian keduanya dilarutkan sehingga menghasilkan media yang menunjang pertumbuhan berabagai ragam bakteri dan mikroorgaisme lain medium ini bisa disebut juga dengan media medium pemadat, setelah siap untuk perkembangbiakan bakteri, kemudian diberikan beberapa perlakuan yaitu:
a. Udara
Mikroorganisme dan berbagai bakteri tumbuh bebas dalam udara, maka dari itu dilakukan pengamatan dalam medium agar nutrien untuk mengetahui pembiakan bakteri udara dengan cara membiarkan cawan petri tetap terbuka agar udara bebas langsung masuk kedalam medium membiakan. Pada udara diperoleh jumlah koloni bkteri yaitu 77 koloni. Setelah diinkubasikan sel-sel mikroba dalam uara berkembang begitu cepat selama 4 hari. Setiap koloni merupakan biakan murni satu macammikroorganisme. Bentuk yang di hasilkan pada bakteri udara yaitu diplokus dengan warna kuning putih.
b. Mulut
Mulut juga termasuk tempat yang dihuni beratus-ratus bakteri mikroba, medium yang telah siap untukm pertumbuhan bakteri langsung diberi udarayang berasal dari dalam mulut, setelah diinkubasikan selama 4 hari diperoleh jumlah bakteri 69 koloni bakteri dengan bentuk seperti rantai atau streptokokus denga warna bakteri kuning pucat.
c. Rambut
Medium agar siap untuk media pembiakan bakteri kemudian diberikan satu helai rambut yang dimaksudkan untuk mengetahui pembiakan bakteri pada rambut. Setelah diinkubasikan selama 4 hari diperoleh jumlah koloni 70 koloni bakteri dengan bentuk streptokokus dengan warna kuning pucat.
d. Tangan
Jari telunjuk tangan di goreskan pada medium agar, setelah diinkubasikan selama 4 hari, di peroleh jumlah koloni bakteri yaitu 149 koloni yang berbentuk diplokokus dan streptokokus dengan warna bakteri kuning pucat, kuning, dan merah muda.

e. Debu
Debu juga merupakan media pembiakan bakteri, itu di buktikan oleh hasil yang diperoleh pada medium agaryang diberikan sedikit debu yaitu sebanyak 12 koloni yang berbentuk stafilokokus dan diplokokus yang berwarna kunimg pucat dan putih.
Berdasarkan jumlah koloni yang diperoleh pada masing-masing perlakuan jumlah koloni terbanyak pada perlakuan tangan yaitu sebanyak 149 koloni bakeri. Perbedaan jumlah koloni tersebut disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya yaitu pengaruh temperatur, pengaruh kebasahan dan kekeringan, pengaruh perubahan nilai osmotik, pengaruh sinar, pengaruh penghancuran secara mekanik.
jika inokulasi biakan bakteri dari udara, mulut, rambut, tangan dan debu di inokulasikan pada medium agar atau medium padat, agar sel-sel atu akan terpisah-pisah pada medium tersebut. Dengan menginokulasi sel-sel itu akan terpisah sendiri-sendiri. Setelah di inkubasi, sel-sel mikroba individu itu akan memperbanyak diri sedemikian cepatnya dalam waktu 4x24 jam terbentuklah massa sel yang dapat dilihat, dan itu yang dinamakan koloni. Koloni ini tampak oleh mata telanjang. Setiap koloni yang berlainan dapat mewakili macam organisme yang berbeda-beda setiap koloni merupakan biakan murni satu macam organisme.
Bila bakteri di inokulasi kedalam suatu medium yang sesuai dengan keadaan optimum bagi pertumbuhannya, maka terjadi kenaikan jumlah yang amat tinggi dalam waktu yang relatif pendek. Pada beberapa spesies, populasinya dapat mencapai 10-15 milyar sel bakteri permililiter. Perbanyakan seperti ini disebabkan oleh pembelahan sel secara aseksual.
Proses reproduksi paling umum didalam daur pertumbuhan yang biasa pada populasi bakteri bakteri yaitu pembelahan biner melintang. Pembelahan biner melintang adalah suatu proses reproduksi aseksual, setelah pembentukan dinding sel melintang maka satu sel tunggal membelah menjadi dua sel dan disebit sel anak.





VII. Kesimpulan
• Berdasarkan komposisi kimiawi, medium dibedakan menjadi 2 yaitu : medium sistetik dan medium non sintetik.
• Kaldu nutrien adalah medium yang sering digunakan dalam bakteriolobi.
• Perkembangbiakan mikroorganisme dapat terjadi secara aseksual dan seksual.
• Bakteri adalah sel prokariotik yang khas uniseluler dan tidk menganung struktur yang terbatasi membran didalam sitoplasmanya.
• Nutiren harus sesuai untuk kultivasi bakteri, dan diperlukan kondisi fisik yang memungkinkan pertumbuhan optimum.























DAFTAR PUSTAKA


Hadioetomo, Ratna, Sri. 1993. Mikrobiologi Dasar dalam Praktek. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Pelczar, Michael, J. 1986. Dasar-Dasar Mikrobiologi I. Jakarta : UI Press
Waluyo, Lud. 2004. Mikrobiologi Umum. Malang : UMM Press
Jaringan tulang rawan (kartilago)

 Jaringan tulang rawan terdiri dari matriks yang banyak mengandung glikosaminoglikan dan proteoglikan (makro molekul yang berinteraksi dengan serat kolagen dan elastin)
 Tulang rawan yaitu bentuk khusus jar. Ikat dengan matriks ekstraseluler yang keras yang berfungsi untuk menahan “stress”
 Fungsi :
a. Menyangga jaringan lunak
b. Permukaan yang licin dan lentur berfungsi sebagai peredam benturan dan daerahpergeseran bagi sendi dan mempermudah gerakan
Penting untuk pertumbuhan tulang panjang baik sebelum atau sesudah lahir
 Komponen :
a. Sel-sel tulang rawan (kondrosit)
b. Matriks ekstra seluler (serat dan substansi dasar)
 Komposisi :
a. Kolagen
b. Asam hialuronat
c. Proteoglikan
d. Glikoprotein (paling banyak)

 Ciri-ciri :
a. Tidak terdapat pembuluh darah, limfe, dan saraf
b. Mendapat nutrisi melalui difusi kapiler jaringan ikat di dekatnya (perikondrium)
c. Tulang rawan berasal dari mesenkim

Komponen tulang rawan

A. Sel-sel Tulang Rawan (Kondrosit)
• Posisi terletak dalam rongga-rongga kecil/lakuna dalam matriks
• Sel berbentuk bulat/lonjong, inti bulat besar terletak di tengah dengan satu atau lebih anak inti
• Permukaan sel tidak rata, bertonjol-tonjol ke dalam cekungan-cekungan dalam matriks. Fungsi untuk memelihara nutrisi sel dengan meningkatkan pertukaran zat dengan cairan ekstra seluler
• Sitoplasma berbutir halus, basofil, ribosom bebas banyak, RE banyak, Aparatus gogi, mitokondria besar, terdapat titik-titik lemak, glikogen
• Membentuk kelompok sel isogen yaitu kelompok sel yang terdapat dalam satu lakuna
Matriks Tulang Rawan
• Mengandung kolagen tipe II, proteoglikan (75% vol total matriks), glikoprotein
• Kolagen jarang membentuk berkas tetapi membentuk anyaman halus
• Terdapat zona matriks teritorial/matriks kapsular yaitu matriks tlg rawan yang mengelilingi tiap kondrosit yang kaya akan glikosaminoglikan dan miskin kolagen
• Struktur kondronektin yaitu suatu makromolekul yg secara spesifik terikat pada glikosaminoglikan dan kolagen tipe II yang memperantarai perlekatan kondrosit pada matriks ekstra sel
Jenis tulang rawan

1. Tulang Rawan Hialin (paling banyak dijumpai dan paling khas)
2. Tulang Rawan Elastis
3. Fibrokartilogo

1. Tulang rawan hialin

 Segar, warna putih kebiruan dan bening
 Terdapat pada embrio sebagai kerangka sementara sampai diganti oleh tulang sejati
 Terdapat perikondrium
 Terdapatnya dlm tubuh :
Pada mamalia dewasa terdapat pd permukaan sendi
Pada dinding jalan nafas yg besar (hidung, laring, trakhea, bronkhus)
Di sendi yang dapat bergerak
Di ujung ventral tulang rusuk tempat persendian rusuk dengan sternum
Pada lempeng epifisis (berperan bagi pertumbuhan memanjang tulang)
2. Tulang rawan elastis

 Warna kekuningan, segar karena ada serat elastin
 Terdiri dari serat-serat elastin halus dan kolagen tipe II
 Memiliki perikondrium
 Sel-sel kurang mengandung lemak dan glikogen
 Terdapatnya dlm tubuh : pada aurikula telinga, dinding liang telinga luar, tuba auditorius (eustachius) dan epiglotis
3. Fibrokartilago

 Terdapat pada tempat yang memerlukan penyokong kuat
 Terdiri atas berkas-berkas jaringan ikat padat kolagen
 Tidak terdapat perikondrium
 Terdapat daerah-daerah kecil dengan matriks tulang rawan dengan lakuna serta sel-sel (kondrosit) didalamnya
 Ditemukan pada tendo, simpisis pubis, diskus intervertebralis (di tmpt perlekatan beberapa ligamen pada permukaan tulang rawan)

Perkembangan tulang rawan

1. Penumbuhan Interstisial (endogen), yaitu berkembangnya tulang rawan dari dalam
2. Penumbuhan Aposisional (eksogen), yaitu proses peletakan lapis-lapis tulang rawan baru pada permukaan
SUSUNAN SARAF

 Susunan saraf secara anatomis, tdr atas :
a. Susunan Saraf Pusat (SSP)
- Otak
- Medula spinalis
b. Susunan Saraf Tepi
- Serabut saraf
- Kumpulan sel-sel saraf (ganglia saraf)
 Fungsi susunan saraf :
a. Menstabilkan kondisi intrinsik organisme (tekanan darah, kadar O2, CO2, pH, kadar hormon dan glukosa darah) agar dalam batas normal
b. Menstabilkan pola perilaku (makan, reproduksi, pertahanan, dan interaksi dengan makhluk hidup lainnya)

Jaringan saraf

 Jar. Saraf secara struktural tdr atas 2 jenis sel, yaitu :
a. Sel saraf (neuron), merupakan sel dengan banyak cabang panjang
b. Sel glia
- Sel dengan cabang pendek, menyangga dan melindungi neuron
- Ikut serta dalam aktivitas saraf dan proses pertahanan SSP
 Neuron berespon thd stimulus (perubahan lingkungan) dengan merubah potensial listrik yang tdp diantara permukaan dalam dan luar membran
 Sifat neuron, yaitu dapat dirangsang (exitable/irritable)
 Neuron bereaksi langsung thd rangsangan disertai modifikasi potensial listrik yg mungkin hanya terbatas pd tempat penerima rangsang atau tersebar (propagasi) ke seluruh neuron melalui membran plasma disebut POTENSIAL AKSI atau IMPULS SARAF

Neuron

 Fungsi neuron :
a. Menerima, meneruskan dan memroses stimulus
b. Memicu aktivitas sel tertentu
c. Pelepasan neurotransmiter dan molekul informasi lainnya
 Bagian-bagian neuron :
a. Dendrit
merupakan cabang panjang, khusus untuk menerima stimulus dari lingkungan sel-sel epitel sensorik atau dari neuron lain
b. Badan sel (perikarion)
merupakan pusat keseluruhan sel saraf dan untuk mengerima stimulus, berbentuk bulat, lonjong dan bersudut
c. Akson
• merupakan cabang tunggal untuk menciptakan dan menghantarkan impuls saraf ke sel-sel lain (sel saraf, sel otot dan sel kelenjar)
• Menerima informasi dari neuron lain
• Sinaps berfungsi untuk meneruskan informasi ke sel berikutnya
 Neuron berdasarkan ukuran dan bentuk :
a. Neuron Multipolar
• Punya lebih dari 2 cabang, yaitu 1 cabang berupa akson dan cabang lainnya berupa dendrit
b. Neuron Bipolar
• Dengan satu dendrit dan satu akson
c. Neuron Pseudounipolar
• Punya 1 cabang dekat perikarion dan terbagi menjadi 2 cabang
• Cabang tsb membentuk huruf T, dengan 1 cabang terjulur ke ujung perifer dan yang lain terjulur ke SSP
• Stimulus yang ditangkap oleh dendrit diteruskan langsung ke akson terminal tanpa melalui perikarion
c. Akson
• merupakan cabang tunggal untuk menciptakan dan menghantarkan impuls saraf ke sel-sel lain (sel saraf, sel otot dan sel kelenjar)
• Menerima informasi dari neuron lain
• Sinaps berfungsi untuk meneruskan informasi ke sel berikutnya
 Neuron berdasarkan ukuran dan bentuk :
a. Neuron Multipolar
• Punya lebih dari 2 cabang, yaitu 1 cabang berupa akson dan cabang lainnya berupa dendrit
b. Neuron Bipolar
• Dengan satu dendrit dan satu akson
c. Neuron Pseudounipolar
• Punya 1 cabang dekat perikarion dan terbagi menjadi 2 cabang
• Cabang tsb membentuk huruf T, dengan 1 cabang terjulur ke ujung perifer dan yang lain terjulur ke SSP
• Stimulus yang ditangkap oleh dendrit diteruskan langsung ke akson terminal tanpa melalui perikarion

Badan sel (perikarion)

 Merupakan bagian neuron yang mengandung inti dan sitoplasma di sekelilingnya, tidak mencakup cabang-cabang sel
 Mengandung RE kasar, berkembang sgt baik berupa kelompok-kelompok sisterna paralel
 Banyak poliribosom
 Badan Nissl, yaitu RE kasar dan ribosom tampak sbg daerah bergranul basofilik, banyak dijumpai dalam sel saraf besar seperti neuron motorik
 Terdapat kompleks golgi
 Letak mitokondria di terminal akson tersebar dalam sitoplasma dalam badan sel
 Mengandung neurofilamen (filamen intermediate, d = 10nm) banyak dijumpai di perikarion dan cabang sel
Dendrit

 Umumnya pendek, bercabang-cabang mirip pohon
 Merupakan tempat penerimaan sinyal dan pemrosesan utama di neuron
 Kebanyakan sel saraf memiliki banyak dendrit, yang sangat memperluas daerah penerimaan sel


Akson

 Kebanyakan neuron hanya memiliki 1 akson, tetapi sebagian kecil ada yang tidak mempunyai akson sama sekali
 Sebuah akson merupakan cabang silindris dengan panjang dan diameter tertentu
 Semua akson berasal dari daerah berbentuk piramida pendek yaitu muara akson, umumnya muncul di perikarion
 Membran plasma di akson disebut aksolemma, isinya disebut sebagai aksoplasma (mitokondria, mikrotubulus, neurofilamen, RE halus)
 Diameter tetap, tidak memiliki banyak cabang, cabang akson dikenal sebagai Cabang Kolateral
 Tdp lalu lintas 2 arah di sepanjang akson (lalulintas molekul)


Sel Glia

 Sel glia mengelilingi badan sel dan cabang-cabang akson serta dendrit yang terdapat di celah antar neuron
1. Oligodendrosit
• Membentuk selubung mielin yang merupakan insulator listrik neuron di SSP
• Punya cabang-cabang yang membungkus akson dan menghasilkan selubung mielin
2. Sel Schwann
• Terletak di sekitar akson di susunan saraf tepi
• Satu sel schwann membentuk mielin di sekeliling satu segmen dari satu akson

c. Astrosit
• Merupakan sel berbentuk bintang dan banyak cabang, memiliki berkas-berkas filamen intermediate yang tdr atas protein asam glia berfibril
• Mengikat neuron pada kapiler dan piameter (jaringan ikat tipis yang menutupi SSP
• Jenis-jenis astrosit :
1. Astrosit Fibrosa, yaitu astrosit dengan sedikit cabang panjang dan terdapat di substansia alba
2. Astrosit Protoplasma, yaitu astrosit dengan banyak tonjolan bercabang dan terdapat di substansia grisea
• Fungsi astrosit : penyokong dan mengendalikan lingk. ion dan kimiawi neuron

 Beberapa astrosit punya cabang dengan ujung-ujungnya yang melebar (end-feet), berfungsi untuk pemindahan molekul dan ion dari darah ke neuron
d. Sel Ependim
• Merupakan sel epitel silindris yang melapisi ventrikel otak dan kanalis sentralis di medula spinalis
• Memiliki silia untuk mempermudah gerakan cairan serebrospinal
e. Mikroglia
• Merupakan sel-sel kecil memanjang dengan cabang-cabang pendek yang tdk teratur
• Mikroglia adalah sel fagositik termasuk dlm sistem fagosit mononuklear di jaringan saraf, berasal dari sel-sel prekursor di sumsum tulang
Susunan saraf pusat (SSP)

 SSP terdiri atas :
a. Serebrum
b. Serebelum
c. Medula Spinalis
 Ciri-ciri SSP :
a. Tidak punya jaringan ikat
b. Organ mirip gel, relatif lunak
 Terdiri atas 2 daerah, yaitu :
a. Substansia Alba (daerah berwarna putih)
 Unsur utama, yaitu akson bermielin, oligodendrit penghasil mielin
 Tidak mengandung badan sel neuron

b. Substansia grisea (daerah berwarna kelabu)
 Mengandung badan sel neuron, dendrit, bagian awal akson tidak bermielin, dan sel glia
 Merupakan daerah terbentuknya sinaps
 Terutama tdp di permukaan serebrum dan serebelum yang membentuk korteks serebri dan korteks serebeli
 Kumpulan badan-badan sel neuron yang membentuk pulau-pulau substansia grisea terbenam dalam substansia putih disebut nukleus
 Pada korteks serebri substansia grisea punya 6 lapisan sel dengan bentuk dan ukuran beraneka ragam
 Neuron pada daerah korteks serebri tertentu mengatur impuls aferen (sensoris) dan daerah lain, neuron eferen (motorik) membangkitkan impuls motorik yang mengendalikan gerak volunter

 Korteks serebri mempunyai 3 lapisan, yaitu :
1. Lapisan molekular luar (sel tdk begitu padat)
2. Lapisan sel purkinje (lapisan tengah), badan sel besar mencolok, dendrit berkembang baik
3. Lapisan granula dalam, dibentuk oleh neuron yang sgt kecil dan saling berhimpitan
 Potongan melintang medula spinalis :
1. Substansia alba terletak di pinggir
2. Substansia grisea terletak di tengah, menyerupai huruf H
 Kanalis sentralis yauti lubang sisa lumen tuba neural embrio, dilapisi oleh sel-sel ependim
 Kornu anterior dibentuk oleh tungkai substansia grisea dr huruf H, mengandung neuron motorik
 Kornu posterior (bagian lengan huruf H), menerima serabut sensorik dari neuron-neuron di ganglia spinalis
 Neuron medula spinalis berukuran besar, multipolar, terutama di kornu anterior, tempat neuron motorik berada

Meningen

 Merupakan membran jaringan ikat yang membungkus SSP
 Bagian-bagian :
1. Dura Mater (lapis terluar)
2. Arakhnoid
3. Pia Mater
 Arakhnoid dan piameter saling berhubungan dan dianggap membran tunggal yang disebut Pia-arakhnoid

Dura mater

 Lapisan terluar, terdiri atas jaringan ikat pdt yang menyatu dengan periosteum tengkorak
 Dipisahkan dari arakhnoid oleh rongga subdural yang sempit
 Permukaan dalam dan luar ditutupi oleh epitel selapis gepeng yang berasal dari mesenkim

Arakhnoid

 Komponen :
1. Lapisan yang berkontak dengan durameter
2. Sistem trabekula yang membentuk rongga sub arakhnoid yang berisi cairan serebrospinal dan terpisah dari rongga subdural
 Terdiri atas jaringan ikat tanpa pembuluh darah

Pia mater

 Merupakan jaringan ikat longgar, mengandung banyak pembuluh darah
 Tidak berkontak dengan sel atau serabut saraf
 Antara piameter dan unsur-unsur saraf terdapat selapis tipis cabang-cabang neuroglia melekat erat pada piameter dan membentuk sawar di bagian SSP untuk memisahkan SSP dari cairan serebrospinal
 Pembuluh darah menembus SSP melalui terowongan berlapiskan piameter disebut Ruang Perivaskular

Susunan saraf tepi

 Komponen utama :
1. Saraf Ganglia
2. Ujung Saraf

Serabut saraf

 Terdiri atas akson yang dibungkus selubung khusus saraf di otak, medula spinalis dan saraf tepi
 Sel penyelubung untuk menyelubungi serabut saraf tepi adalah sel schwann
 Sel penyelubung untuk serabut saraf pusat adalah oligodendrosit
 Akson berdiameter kecil, umumnya serabut saraf tidak bermielin
 Akson yang lbh tebal umumnya diselubungi oleh banyak lapisan konsentris sel penyelubung, yang membentuk selubung mielin. Serabut-serabut tsb dikenal dengan serabut saraf bermielin


Serabut bermielin

 Ciri-ciri : plasmalema sel schwann mengitari dan menyelubungi akson
 Selubung mielin memperlihatkan celah di sepanjang jalannya disebut Nodus Ranvier (celah diantara sel schwann yang bersebelahan di sepanjang akson)
 Tonjolan interdigitasi sel schwann sebagian menutupi nodus, jarak antara 2 nodus disebut Internodus dan terdiri atas 1 sel schwann

Serabut tak bermielin

 SSP dan susunan saraf tepi, tdk semua akson berselubungkan mielin
 Susunan saraf tepi tdk semua aksonnya dibungkus mielin, akson yang tdk bermielin dibungkus oleh celah-celah dari sel schwann
 Tidak terdapat nodus ranvier

Saraf

 Serabut-serabut saraf berkelompok sebagai berkas untuk membentuk saraf
 Saraf memiliki selubung fibrosa luar yang terdiri atas jaringan ikat, yaitu :
1. Epineurium, mengisi rongga diantara berkas-berkas serabut saraf
2. Perineurium, jaringan yang tersusun dari lapisan sel-sel gepeng mirip epitel yang mengelilingi tiap berkas serabut saraf
3. Endoneurium, jaringan ikat yang membungkus akson-akson berselubung sel schwann berupa selapis tipis serat retikulin yang dihasilkan sel schwann
 Fungsi : memungkinkan komunikasi antara pusat-pusat di otak dan medula spinalis dan organ sensoris serta efektor (otot, kelenjar, dll)
 Mempunyai serabut-serabut aferen dan eferen ke dan dari SSP :
1. Serabut aferen, yaitu membawa informasi yang diperoleh dari bagian tubuh dan lingkungan ke SSP
2. Serabut eferen, yaitu membawa impuls dari SSP ke organ efektor yang dipengaruhi oleh pusat-pusat saraf tersebut
 Saraf sensorik, yaitu saraf yang hanya tdr atas serabut yang membawa impuls ke efektor (saraf motorik)
 Saraf campuran, yaitu saraf yang memiliki serabut sensorik dan motorik (punya akson bermielin dan tdk bermielin)

Ganglia


 Adalah struktur lonjong yang mengandung badan sel neuron dan sel glia yang ditunjang oleh jaringan ikat
 Fungsi : menghantarkan impuls saraf
1. Ganglia sensorik
 Menerima impuls aferen menuju SSP
 Ada 2 jenis :
a. Berhubungan dengan saraf kranial (ganglia kranialis)
b. Berhubungan dengan radiks dorsal dari saraf spinal (ganglia spinalis). Ganglia spinalis ini memiliki badan sel neuron yang besar dan badan nissl halus dikelilingi banyak sel glia kecil yg disebut sel satelit
 Jaringan ikat menyangga sel ganglion
 Neuron termasuk neuron pseudounipolar
 Fungsi : meneruskan informasi dari ujung saraf ganglion ke substansi kelabu medula spinalis
2. Ganglia Otonom
 Neuron multipolar, punya perikarion neuron dengan badan nissl halus
 Beberapa ganglia berada di organ-organ tertentu, terutama di dinding saluran cerna membentuk Ganglia Intramural

Sistem saraf otonom

 Fungsi : menyelaraskan aktivitas tertentu di tubuh untuk mempertahankan lingk. Internal yang konstan (Homeostasis)
 Ciri-ciri secara anatomis :
1. Kumpulan sel saraf yang tdp di SSP
2. Serabut-serabut yang keluar dari SSP melalui saraf kranial/spinal
3. Ganglia saraf
 Sistem saraf otonom tdr dr jaringan neuron ganda :
1. Neuron pertama dari rantai otonom terletak di SSP. Serabut-serabut saraf (akson) dari neuron pertama disebut Serabut Praganglion
2. Neuron kedua ke efektor-otot/kelenjar disebut Serabut Pascaganglion
 Secara anatomis fungsional :
1. Sistem Simpatis
 Inti terletak di segmen torakal dan lumbal di medula spinalis, shg disebut Divisi Torakolumbal
2. Sistem Parasimpatis
 Mempunyai inti di medula dan mesensepalon
 Serabut praganglion dari neuron ini keluar melalui saraf kranial sehingga disebut juga sebagai Divisi Kraniosakral
Notebook AXIOO TVS 016PSE
Harga sekitar : Rp 7 juta
12.1" Wide XGA TFT, Intel Pentium Dual Core T2410 (2.0Ghz), Memory Visipro DDR2 1Gb
, HDD Seagate 160Gb, WiFi , Card Reader , DVD Dual , 1.3MPx WebCamera , Warranty 1 year parts & labor

Netbook AXIOO Pico DJM616
Harga sekitar Rp 5,5 juta
Processor Intel Atom N270 (1,6Ghz, 512Kb, L2C, 533Mhz FSB) , RAM Visipro 1Gb pc5300 (max 2Gb, 2 slot) , HDD Seagate 160Gb SATA , 10.2" Screen Size WXGA , Berat 1.2Kg , Graphic System Intel 950GM up to 64Mb VRAM , LAN Fast Ethernet 10/100 , Wireless 802.11bg
1.3MPx Integrated WebCam , 4-in-1 Card Reader , OS: Windows XP Home Original , Warranty 1 year parts & labor

Notebook AXIOO TVR 157C
Harga sekitar Rp 5,5 juta
14.1" Wide XGA TFT,Intel Celeron M 560 (2.13Ghz),Memory Visipro DDR2 512Mb
, HDD Seagate 160Gb,WiFi , Card Reader , DVD Dual , 1.3MPx WebCamera , Warranty 1 year parts & labor

Notebook AXIOO MNC 016P
Harga sekitar Rp 6.399.000
14.1" Wide XGA TFT, Intel Pentium Dual Core T2410 (2.0Ghz), Memory Visipro DDR2 1Gb
, HDD Seagate 160Gb, WiFi , DVD SuperMulti , 1.3MPx WebCamera , Warranty 1 year parts & labor

Notebook AXIOO MNC 0152
harga sekitar Rp 5.100.000
14.1" Wide XGA TFT, Intel Pentium Core 2 Duo T6400 (2.0Ghz), Memory Visipro DDR2 2Gb
, HDD Seagate 250Gb, WiFi , DVD SuperMulti , 1.3MPx WebCamera , Warranty 1 year parts & labor

Notebook Acer Aspire 4935
Harga sekitar Rp 7.800.000
14.1" Wide XVGA TFT, Intel Pentium Core 2 Duo T5800 2.0 Ghz, intel GMA HD4500 up 250
Hardisk 250 Gb, DDR 2, 2 Gb, fingerprint, DVD Supermulti, modem, LAN, Wifi, Webcam, Bluetooth, card reader
Windows vista home basic

Notebook Sony Vaio VGN NR 385
harga sekitar Rp 8.800.000
Intel core 2 duo T5550, 15,4 WXVGA, intel GMA up to 384 Mb, hardisk 200, DDR2 2Gb, DVD supermulti, modem, LAN< Wifi, Cardreader , Firewire,
Windows Vista Home Premium

Notebook Acer AOA
Harga sekitar Rp 4.000.000
Intel® Atom™ processor N270 (512MB L2 cache, 1.6GHz, 533MHz FSB) Hyper Threading | Intel 945GSE Chipset | 1GB DDR2 (Fixed) | 160GB HDD | 8.9" Widescreen TFT Display (1024 X 600 Pixel Pixel Resolution) | Intel® GMA 950 | VGA-Out | 10 / 100 LAN | 5-in-1 Media Reader | 3 x USB 2.0 | Acer Crystal Eye webcam | Wireless LAN 802.11b/g | Windows XP Home

Notebook Acer Aspire 2920-6A1G25Mn
Garga sekitar Rp 7.700.000
Intel® Core™ 2 Duo T5750 2.0GHz | 1GB DDR2 | 250GB SATA | DVD±RW | 12.1” WXGA | Intel® GMA X3100 | WiFi | Gigabit LAN | Modem | Bluetooth | Webcam | 5 in 1 Card Reader | Firewire | Vista® Home Premium.

Notebook Acer TravelMate 4730-861G25Mn
Harga sekitar Rp 9.600.000
Part Number: LXTQ60Z011
Intel® Core™ 2 Duo T8600 2.4GHz | 1GB DDR2 | 250GB HDD | DVD±RW | 14.1” WXGA | Nvidia® GeForce® 9300GS | WiFi | LAN | Modem | Bluetooth | Webcam | Fingerprint | Vista® Home Premium | Office® Ready 2007 (60 days trial).

instal laptop tanpa DVD Rom

CARA MENGISTAL LAPTOP TANPA CD ROM/ DVD ROM
Ide artikel ini bermula saat ingin memasang Windows pada nettop Telebit Nucleom AG-100. Berhubung nettop tersebut tidak memiliki CD-ROM, InfoKomputer harus menggunakan CD-ROM eksternal. Baru kemudian terpikir, bagaimana jika proses instalasi menggunakan flashdisk? Solusi ini jelas lebih praktis dan murah, karena kita tidak harus membeli CD-ROM eksternal dan tinggal memanfaatkan USB flash disk yang harganya kian terjangkau itu.

Namun untuk melakukannya, kita tidak bisa cuma menaruh file dari CD installer Windows ke flash disk. Kita harus membuat flashdisk tersebut dikenali sebagai bootdisk terlebih dulu. Satu hal yang juga krusial adalah BIOS di notebook/netbook/PC yang akan kita install harus mendukung booting melalui flash disk. Sebenarnya nyaris semua produk baru sudah mendukung hal tersebut, namun kami sarankan Anda cek BIOS PC Anda terlebih dulu.

Jika memang bisa, berikut adalah daftar kelengkapan yang Anda butuhkan.
1. Sebuah PC dengan CD-ROM (untuk melakukan proses persiapan dan transfer file)
2. CD installer Windows XP atau Vista
3. Aplikasi pendukung berupa (ketiganya tersedia di DVD InfoKomputer edisi Februari):
a. USB_PREP8
b. PeToUSB
c. Bootsect.exe
4. Flash disk dengan kapasitas minimal 1GB

Beginilah cara memasukkan installer Windows ke dalam flash disk.

1. Copy file PeToUSB.exe ke dalam folder USB_prep8.
2. Jalankan file usb_prep8.cmd dengan cara klik dua kali. File tersebut berada di dalam folder USB_Prep8. Catatan: Jika PC Anda menggunakan Windows XP2, Anda perlu unblock file tersebut agar bisa berjalan. Caranya, klik kanan>Properties>Unblock
3. Nanti akan muncul file jendela seperti gambar di bawah.
4. Tekan Enter, dan akan muncul jendela.
5. Biarkan semua setting dalam kondisi default (kecuali jika Anda ingin mengganti label drive) dan tekan Start. Ini akan menformat flash disk Anda, jadi pastikan tidak ada file penting di flash disk tersebut.
6. Setelah proses selesai, JANGAN tutup jendela PeToUSB. Biarkan terbuka.
7. Buka command prompt (caranye klik Start>Run>cmd). Pada panel command prompt, masuk ke folder di mana file bootsect.exe tersimpan. Caranya, ketik “cd namafolder”. Sebagai contoh, karena file bootsect.exe berada di dalam folder bootsect yang berada di desktop, kami mengetik “cd desktop” lalu “cd bootsect” (keduanya tanpa tanda petik).
8. Jika bootsect.exe sudah ketemu, ketik “bootsect.exe /nt52 X:” (tanpa tanda petik). Catatan: X: menunjukkan drive untuk flash disk Anda, jadi cari tahu dulu nama drive-nya. Pada kasus kami, nama drive adalah L sehingga perintahnya menjadi “bootsect.exe /nt52 L:”
9. Jika langkah 9 dilakukan dengan benar, akan muncul pesan “Bootcode was successfully updated on all targeted volumes”. Tutup jendela command tersebut dan jendela PeToUSB. catatan: jangan menutup jendela USB_Prep8. Jendela USB_Prep8 harus tetap terbuka.
10. Ketika Anda menutup jendela PeToUSB, di jendela USB_Prep8 secara otomatis akan muncul pilihan menu seperti gambar di bawah. Jika tidak, coba tekan Enter.
11. Pada tahap ini Anda sebenarnya cuma melakukan setting untuk Prep8, cuma caranya adalah memilih berdasarkan nomor menu. Yang harus Anda ganti adalah:
a. Menu 1: memilih drive tempat Windows XP (atau CD-ROM Anda). Caranya klik 1, nanti akan keluar Explorer untuk memilih drive. Pilih nama drive (di PC kami adalah C).
b. Menu 2: memilih Virtual TempDrive, atau drive virtual di harddisk PC Anda sebagai tempat menyimpan data sementara (sebelum dipindahkan ke flash disk). Pilih drive yang tidak ada di PC Anda, misalkan drive T.
c. Menu 3: untuk memilih drive flash disk Anda. Tekan 3 dan pilih drive flash disk yang ingin Anda masukkan Windows.
d. Menu 4: menu ini untuk menjalankan proses selanjutnya. Jika sudah menjalankan menu 1 sampai 3, Anda langsung jalankan menu 4 ini.
12. Nanti akan muncul pop-up window yang akan langsung menghapus drive sementara (yang kita lakukan di menu 2). Tekan Yes.
13. Setelah itu, proses transfer file installer Windows berjalan. Ada dua proses terjadi di sini. Pertama proses transfer file dari CD-ROM ke harddisk, dan kedua dari harddisk ke flash disk. Lamanya proses tergantung kecepatan CD-ROM maupun flash disknya, dan dalam kasus kami sekitar 30 menit.
14. Setelah itu, kita tinggal tancapkan flash disk tersebut ke PC yang akan kita install, dan atur prioritas booting ke flash disk. Ketika dinyalakan, ada dua pilihan yang tersedia. Pilih pilihan nomor 1(TXT Mode Setup Windows XP).

Setelah itu, proses instalasi berjalan seperti biasa, termasuk melakukan proses booting ulang. Tidak ada yang perlu Anda lakukan di sini, cukup tunggu sampai proses instalasi selesai. Yang perlu diperhatikan adalah flash disk tidak boleh dicabut sampai proses selesai (sudah masuk Windows).

Nah, sekarang proses instalasi Windows bisa dilakukan meski Anda tidak memiliki CD-ROM. Praktis kan?

adaptasi

MONYET (MAKAKA FASCULARIA)

"Ada suatu teori yang menyebutkan bahwa orang yang diperlakukan dengan adil akan lebih mudah diajak kerja sama," ujar Sarah Brosnan, peneliti dari Universitas Emory di atlanta, yang mempublikasikan penelitiannya di journal Nature. "Kami ingin tahu apakah hal itu berlaku juga pada monyet capuchin yang dikenal bisa bekerjasama."
Dalam percobaan, Brosnan dan rekannya, Frans de Waal, memberi batu granit kepada monyet-monyet, sehingga masing-masing monyet mendapat sebuah batu. Monyet kemudian diajarkan untuk menukarkan batu tersebut dengan barang lain, seperti buah-buahan, sebagai pengganti.
Ketika masing-masing monyet memperoleh potongan mentimun yang sama sebagai pengganti batu, maka 95 persen binatang-binatang itu akan melakukan pertukaran dengan senang hati. Namun saat seekor monyet memperoleh anggur sementara lainnya tetap mendapatkan mentimun, maka hanya 60 persen yang akan menerima pertukaran itu. Sebagian monyet bahkan mengembalikan mentimun dan berharap memperoleh anggur.
Lebih jauh, bila seekor monyet diberi anggur tanpa harus mengembalikan batu, monyet-monyet lain yang hanya memperoleh mentimun, dan masih harus menukarnya dengan batu, akan makin jengkel, sehingga hanya 20 persen yang bersedia diajak kerja sama. Beberapa monyet menjadi marah dan melemparkan mentimun itu pada pemberinya.
"Memang sulit untuk memastikan kadar emosi binatang-binatang itu, karena mereka tidak bisa ditanyai," kata Brosnan. "Tetapi monyet-monyet tersebut menunjukkan tanda-tanda frustasi, karena monyet capuchin tidak biasanya melempar makanan."
Sebagai catatan, Brosnan menggunakan monyet-monyet betina dalam percobaan karena monyet betina hidup berkelompok di hutan tropis dan bergantung pada kerjasama untuk mendapat makanan. Monyet capuchin jantan, sebaliknya, biasa hidup sendiri atau sebagai pimpinan kelompok para betina.


Sifat kerjasama dalam gen?
Berdasar hasil percobaan di atas, Brosnan menduga bahwa manusia dan monyet mewarisi rasa keadilan yang serupa, meskipun mengalami perjalanan evolusi yang berbeda dari satu nenek moyang. Rasa keadilan itu, lanjut Brosnan, lebih merupakan sifat alami dari makhluk hidup, dan bukan sesuatu yang melulu dipelajari dari komunitas.
Benarkah dugaan tersebut? Mengenai hal ini, Charles Janson, peneliti capuchin dari State University of New York berpendapat sebaliknya. Ia menduga perilaku monyet itu dipelajari dalam pemeliharaan, dan bukan diwariskan sebagai bentuk adaptasi. Sedangkan Brosnan tetap pada pendapatnya bahwa perilaku itu bukanlah hasil pembelajaran. Menurutnya kebanyakan hewan tidak bisa mempelajari sesuatu yang tidak mereka lakukan di alam bebas. "Lebih penting lagi, untuk mengajari hewan, seseorang biasanya memberi hadiah bila hewan tersebut melakukan perintahnya," kata Brosnan. "Sedangkan dalam pengujian ini, monyet tidak diajarkan menolak pemberian yang tidak adil. Hal itu muncul secara naluriah."
Brosnan, yang akan melakukan pengujian serupa pada simpanse, memberi catatan bahwa capuchin yang memperoleh anggur tidak melakukan reaksi atas ketidakadilan tersebut. "Hal inilah yang barangkali membedakan antara rasa keadilan mereka dengan kita," kata Brosnan.
Manusia normal kebanyakan akan bereaksi terhadap ketidakadilan meski ia tidak menjadi korban. Sekali lagi hal ini berlaku bagi manusia normal. Nah, bila ada orang-orang yang tidak peduli terhadap ketimpangan-ketimpangan di sekitarnya, barangkali ia sedikit tidak normal.


ADAPTASI

Kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan dirinya terhadap lingkungan disekitar habitatnya / tempat hidupnya yang berubah-ubah. Adaptasi yang dilakukan makhluk hidup bertujuan untuk dapat bertahan hidup dari kondisi lingkungan yang mungkin kurang menguntungkan.

Bentuk-bentuk Adaptasi dibagi menjadi 3 yaitu:

1. Adaptasi morfologi
adalah penyesuaian struktur alat tubuh luar suatu organisme terhadap lingkungan tempat hidupnya, adaptasi morfologi meliputi bentuk tubuh. Adaptasi Morfologi dapat dilihat dengan jelas. Sebagai contoh: paruh dan kaki burung berbeda sesuai makanannya. Contoh adaptasi morfologi adalah sebagai berikut:
a. Bentuk kaki berbagai jenis burung
Bentuk kaki atau cakar burung dapat dibedakan menjadi tipe perenang, tipe pemanjat, petengger, pejalan, dan pencengkram.
b. Bentuk paruh berbagai jenis burung
Bentuk paruh burung dapat dibedakan menjadi tipe pemakan biji, pemakan daging, pemakan ikan dan penghisap madu.

2. Adaptasi fisiologi
adalah penyesuaian fungsi alat-alat tubuh bagian dalam suatu organisme terhadap lingkungan tempat hidupnya. adaptasi fisiologi meliputi fungsi alat-alat tubuh. Adaptasi ini bisa berupa enzim yang dihasilkan suatu organisme.. Contoh adaptasi fisiologis adalah sbb.
a. Herbivora dapat mencerna rumput atau daun yang banyak mengandung serat (selulosa) dengan bantuan enzim selulase.
b. Teredo navalis yang hidup kayu galangan kapal, dapat mencerna kayu dengan serat selulase.



3. Adaptasi Prilaku/Tingkah laku

adalah penyesuaian tingkah laku suatu organisme terhadap lingkungan tempat hidupnya. adaptasi tingkah laku meliputi perubahan tingkah laku.

Di bawah ini adalah merupakan beberapa bentuk adaptasi tingkah laku (behavioral adaptation) pada binatang / hewan di sekitar kita disertai pengertian dan arti definisi :

1. Mimikri
Mimikri adalah teknik manipulasi warna kulit pada binatang seperti misalnya bunglon yang dapat berubah-ubah sesuai warna benda di sekitarnya agar dapat mengelabuhi binatang predator / pemangsa sehingga sulit mendeteksi keberadaan bunglon untuk dimangsa. Jika bunglon dekat dengan dedaunan hijau maka dia akan berubah warna kulit menjadi hijau, jika dekat batang pohon warna coklat, dia juga ikut ganti warna menjadi coklat, dan lain sebagainya.

2. Hibernasi
Hibernasi adalah teknik bertahan hidup pada lingkungan yang keras dengan cara tidur menonaktifkan dirinya (dorman). Hibernasi bisa berlangsung lama secara berbulan-bulan seperti beruang pada musim dingin. Hibernasi biasanya membutuhkan energi yang sedikit, karena selama masa itu biantang yang berhibernasi akan memiliki suhu tubuh yang rendah, detak jantung yang lambat, pernapasan yang lambat, dan lain-lain. Binatang tersebut akan kembali aktif atau bangun setelah masa sulit terlewati. Contoh hewan yang berhibernasi yaitu seperti ular, ikan, beruang, kura-kura, bengkarung, dan lain-lain.

3. Autotomi
Autotomi adalah teknik bertahan hidup dengan cara mengorbankan salah satu bagian tubuh. Contoh autotomi yaitu pada cicak / cecak yang biasa hidup di dinding rumah, pohon, dll. Cicak jika merasa terancam ia akan tega memutuskan ekornya sendiri untuk kabur dari sergapan musuh. Ekor yang putus akan melakukan gerakan-gerakan yang cukup menarik perhatian sehingga perhatian pemangsa akan fokus ke ekor yang putus, sehingga cicak pun bisa kabur dengan lebih leluasa.

4. Estivasi
Estivasi adalah menonaktivkan diri (dorman) pada saat kondisi lingkungan tidak bersahabat. Bedanya dengan hibernasi adalah di mana pada estivasi dilakukan pada musim panas dengan suhu udara yang panas dan kering. Hewan-hewan seperti kelelawar, tupai, lemur kerdil, dll akan mengestivasi diri di tempat yang aman dan terlindung. Pada tumbuhan estivasi juga dilakukan oleh oleh pohon jati dengna meranggas atau menggugurkan daun.

5. Simbiosis Rayap dan Flagellata
Rayap membutuhkan bantuan makhluk hidup lainnya yaitu flagelata untuk mencerna kayu yang ada di dalam usus rayap. Tanpa flagellata rayap tidak akan mampu mencerna kayu yang masuk ke dalam tubuhnya. Rayap-rayap kecil yang baru menetas mendapatkan flagellata dengan jalan menjilat dubur rayap dewasa. Rayap secara periodik melakukan aktivitas ganti kulit dan meninggalkan bagian usus lama, sehingga rayap akan memakan kulit yang mengelupas untuk memasukkan kembali flagellata ke dalam usus pencernaannya.

6. Pernapasan Ikan Paus
Ikan paus adalah mamalia yang mirip ikan dan hidup di air. Paus memiliki paru-paru yang harus diisi dengan oksigen dari permukaan laut minimal setiap setangah jam sekali. Ikan paus ketika muncuk ke permukaan akan membuang udara kotor lewat hidung mirip seperti air mancur yang berisi karbon dioksida bercampur uap air jenuh yang terkondensasi.

7. Daun jagung akan menggulung apabila udara sangat panas.
Pada saat udara panas maka daun jagung akan menggulung ini dikarenakan untuk mengurangi penguapan yang dialami oleh jagung tersebut agar tidak kehilangan sir terlalu banyak.

8. Kerbau suka berkubang
Kerbau berkubang untuk mengurangi pengaruh panas pada tubuhnya dan agar kulitnya yang tebal menjadi lunak.

Adaptasi tinkah laku/prilaku dibagi 3 yaitu:

1. Insting
Perilaku yang sering dilakukan atau 99% yang sering ditunjukan oleh organisme.
Cont: Ayam dari sejak lahir dia sudah memiliki insting didalam dirinya untuk mencari makanan dengan cara menceker-ceker tanah untuk mendapatkan makanan.

2. Refleks
Perilaku yang tidak terarah, besarnya gerakan tak sebanding dengan
stimulus yang diberikan.
Cont: ayam yang melompat tidak terarah karena terdapat gangguan yang bersifat tiba-tiba sehingga ayam tadi melompat tanpa terarah.

3. Hasil belajar
Perilaku yang berasal dari belajar pengalaman yang terus berulang-ulang
Cont: kucing bila setiap hari dipanggil pus dia diberi makanan dan setelah berulang-ulang maka saat kucing tersebut dipanggil pus maka dia sudah tau akan diberi makanan.
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com

 
WELCOME TO BAMA ANDROID And SOFTWARE